Cara Menghitung kecepatan Rata-Rata Piston (sumberdaya energi – 7)

Diposting pada

Akhirnya jumpa lagi dalam acara belajar bersama ini… hem penasar kira kira apa materi kita hari ini…? Okedah kalau pada penasaran, monggo disimak baik-baik yo… Eits sebelum baca materi hari ini, sediain dulu kopinya..hehehe 😀

Sebelumnya masih ingat materi yang kangbro berikan kemarin…? Kira kira sudah samapi mana hayo…? Hemm betul materi pembahasan kita masih sampai sumber daya energi, dimana pengetahuan dasar yang harus kita ketahui sebelum belajar yang lebih menantang lagi. kalau pingin melihat ulang mengenai materi sebelumnya…ni kangbro kasih linknya :

  1. Lihat Pembahasan pertama
  2. Lihat Pembahasan ke dua
  3. Lihat Pembahasan ke tiga
  4. Lihat Pembahasan ke empat
  5. Lihat Pembahasan ke lima
  6. Lihat Pembahasan ke enam

Kalu sudah paham semua mengenai pembahasn kemarin, monggo kita lakukan pembahasan selanjutnya..

Nah kali ini yang akan dibahas pada pertemuan hari ini adalah masalah pergerakan piston didalam silinder, dimana yang kita tau saat mesin bekerja, maka piston juga akan bergerak naik turun menuju TMA ke TMB, kejadian tersebut akan berjalan berulang ulang dengan catatan mesin dalam kondisi nyala.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=l7S0Rq5YvRg&w=480&h=360]

Nah bro dan sis semua, sebenarnya dari pergerakan pison yang terjadi di dalam silinder tersebut bisa di hitung loh untuk kecepatannya, yup dimana kecepatan piston dilihat dari nilai kecepatan rata rata dari masing masing putaran mesin (RPM). Tapi sebelumnya perlu diketahui bahwa pergerakan piston dari TMB menuju TMA itu memiliki kecepatan piston yang berbeda beda loh.. dimana kecepatan piston terendah (paling lambat) terjadi ketika piston berada di TMA dan TMB, sedangkan untuk kecepatan pisto yang tertinggi berada di antara TMA dan TMB alias di tengah silinder / pertengahan langkah. (klik disini untuk mempelajari TMA dan TMB)

Ok langsung saja kita menuju rumus untuk mengitung kecepatan piston :

Rumus :

V = 2LN = LN

        60      30

Ket :

V = kecepatan piston rata-rata

L = langkah (m)

N = putaran mesin (rpm)

Contoh :

Sebuah mesin memiliki panjang langkah 58mm dan diameter silinder 70mm dinyalakan pada 1600 rpm, berapakah kecepatan  rata-rata piston..?

Jawab :

Diket :

L = 58mm (jadikan meter)

N = 1600 rpm

V = LxN

        30

V = 0.058m x 1600 rpm

                   30

V = 3.093 m/det

Nah nah… jadi motor dengan langkah 58mm ketika mesinnya dinyalakan  1600rpm ternyata piston memiliki kecepatan rata-rata 30.93 m/detik. Waw cepet amet yo hehehe.. 😀 , bayangkan kalau rpm mesinnya seperti motor yang berlaga di MotoGP, berapa kira kira kecepatan rata-rata…? Joz pasti 😀

Bagi yang kurang jelas monggo ditanyakan, atau bagi suhu-suhu enginers lainnya yang merasa penjelasan ini kurang, mohon ditambai sendiri, anggap saja rumah sendiri..heheh 😀

baca pembahasan selanjutnya.. I baca pembahasan sebelumnya..

Gambar Gravatar
Saya kang Majid selaku admin sekaligus penulis di cicakkreatip.com. Blog ini kang Majid kelola secara independen, mudah mudahan semua artikel yang ada di Blog ini bisa bermanfaat bagi teman teman sekalian. Jika perlu menghubungi kang Majid bisa melalui contact ini ; WhatsApp/Telp/SMS (085 733 637 733) E-Mail (adm.cicakkreatip@gmail.com) Happy reading :)

37 thoughts on “Cara Menghitung kecepatan Rata-Rata Piston (sumberdaya energi – 7)

  1. uedan… Kuenceng amat kang Bro, malah baru tahu aku, dulu di stm ngga pernah di singgung, apa pas aku ngga masuk ya (dulu sering bolos)… Hehe

    1. hehehe,,, ea bro, kenceng, padahal yang kanbro hitung itu rpm mesin saat masih stasioner, apalagi kalau udah top speed, hemm kalau dilihat pakai mata pasti ngak kelihatan pergerakannya heheh 😀

      1. iya kang Bro, jadi ngga tega nih kalo naik motor maen betot sekarep wudel… Hehe…
        semakin hari pelajaran nya makin top banget kang Bro… Lanjutkan…!!!

  2. Jangan dikunyah ini batu lhoo… rontok nanti gigi sampean.
    koreksi dulu benar pa salah

    L = 58mm (jadikan meter)

    N = 1600 rpm

    V = LxN

    30

    V = 0.58m x 1600 rpm

    30

    V = 30.93 m/det
    =================================================

      1. jozzzz mazbro.. ini yangdinamakan belajar bersama , yakni saling membenahi.. ok kangbro tadi salah ngubah mm ke m ( 58mm jadi 0.058m ) sieeppp thank bro , jossss 😀

  3. mantep kang bro, update lagi artikel nya donk kangbro biar lebih muanteeep … thnxs kangbro!!

  4. Nii saya pnya permasalahn tentang mekanika fluida. Mohon banyuannya ya bro
    1. Proses udara masuk dalm proses kerja torak dlm posisi 1.2.3 dan 4. Dan.meng hitung diameter torak jika d ketahui putaran torak dan dayanya
    2. Perhitungan.mekanis torak dan kelengkapannya.??

  5. selamat pagi gan,
    mengenai hasil perhitungan untuk hasil V = 3.093m/detik.
    dibacanya 3.093meter , atau mili meter.
    thanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *