yamaha jatim
yamaha jatim
ALAT SERVICE MOTOR INJEKSI

BBM : Adu Kebersihan Ruang bakar Jika Pakai BBM Premium, Pertamax Plus, dan Shell V-Power… Siapa Jawaranya…? Monggo Dilihat…!!!

Diposting pada

Gambar

Bro dan sis…kalau sampeyan telaten ngikutin artikel artikel kang Majid…pastinya sampeyan semua pada tau mengenai acara cicip mencicip BBM yang kang Majid lakukan, lah emang kang Majid ini seorang chief atau koki ta..? endak la…kang Majid cuma orang awam yang pingin melihat rasa daripada pemakaian BBM yang beredar di tanah air kita tercinta, khususnya rasa atau tampang dari ruang bakar yang telah dicekoki BBM yang memiliki kreteria angka ron dan keunggulan yang ditawarkan oleh perusahaan yang berbeda.

Ndak terasa kang Majid sudah mencicipi tiga jenis BBM (peremium, pertamax plus dan shell v-power), dimana jenis dari BBM tersebut termasuk jenis  yang seringkali menjadi pilihan para pengguna kendaraan bermotor entah dari kalangan premium atau kalangan pertamax… 😀 semua pakai… 😀

Lah terus terus…gimana dong lanjutannya? apakah kang Majid punya hasil incicip mencicip lagi…? endak bro… dalam artikel yang kang Majid tulis kali ini cuma mau merekap saja hasil cicip mencicipi tiga jenis bahan bakar tersebut. Soooo…biar sampeyan semua tambah gamblang saja akan hasil ujicoba yang kang Majid lakukan waktu itu.

keyless

Langsung saja tanpa belat belit lagi, ni hasil dari cicip mencicip tiga rupa jenis BBM yang sudah kang Majid lakukan, monggo dilihat :

Gambar

Klik disisini untuk melihat  artikel pemakaian BBM jenis premium.

Klik disisini untuk melihat artikel pemakaian BBM jenis pertamax plus.

Klik disisini untuk melihat artikel pemakaian BBM jenis shell v-power.

Nah bro sis…sudah tau to hasil raut muka ruang bakar yang dicekokin tiga  jenis BBM tersebut, so semua hasil ujicoba tersebut  telah kang Majid peroleh dengan menggunakan  motor  injeksi 115cc, dengan tipe transmisi automatic yang memiliki perbandingan kompresi (CR) 9,3:1.

Jika semua sudah pada melihat hasilnya…kang Majid pamit undur diri yo… Salam cicak kreatip I By : Abd. Majid

Artikel terkait :

[display-posts offset =” 7 “]

Gambar Gravatar
Saya kang Majid selaku admin sekaligus penulis di cicakkreatip.com. Blog ini kang Majid kelola secara independen, mudah mudahan semua artikel yang ada di Blog ini bisa bermanfaat bagi teman teman sekalian. Jika perlu menghubungi kang Majid bisa melalui contact ini ; WhatsApp/Telp/SMS (085 733 637 733) E-Mail (adm.cicakkreatip@gmail.com) Happy reading :)

91 komentar

      1. jangan lupa setelah di bersih kan pake carbon cleaner bikin artikel nya heehehe :mrgreen:

          1. mungkin selanjutnya review perbandingan merk carbon cleaner terhadap mesin yang menggunakan premium hehhehhe

  1. lebiH wow dan akurat niH maz brow,jika ngetesnya sesue nilai koMpResi.jdi ketahuan bAnget kaya apa hasil. tpi segito aja dah OK bgt. LANJUTKAN

  2. Timbulnya jelaga dg oktan diatas 90 dimungkinkan karena derajat pengapian dari motor dengan kompresi 9,3:1 memang diset mundur alias waktu pembakaran lebih cepat dibanding obyek yang dibakar…. #mungkin begitu kang… saya pamit undur diri juga…xixixi… : mrgreen:

  3. ini motornya dibongkar-bongkar. niat banget ngetesnya. wkwkwk
    ini kalo orang awam pasti muales, keluar duit main bongkar mesin.

  4. berarti ga salah ane pilih v power buat isi tangki motor ane 😀

    mantap infonya masbro

  5. Mobil sy br aj top overhaul alias bk head plus porting. Sblm di overhaul pk premium campur ptmax plus ato kadang v-power dan enaknya isi di shell kaca depan dibersihin gratis, stlah overhaul dksh ptmax plus campur premium spti biasa malah aneh rsnya. Skr malah cm isi premium aj, hehe..

  6. bro coba shell super donk, yang ronnya 92, soalnya itu yang setara sama pertamax.
    lagian beda harga antara shell super sama v-power lumayan bisa sampe 1000an lebih…

  7. bro, metode pengujian bagaimana.
    masing2 bahan bakar pemakaian berapa kilometer / bulan.
    apa setiap ganti bahan bakar ruang mesin dibersihkan.
    kondisi saat pengujian bagaimana misal temperatur (terkait jam brp siang atau malam), kelembaban (terkait hujan atau kering), timing pengapian karena tiap oktan bbm butuh timing berbeda, dsb. trims.

  8. Setelah tadi siang membaca artikel ini & melakukan tindakan, saya share pengalamannya disini bro.
    Awalnya saya pake P plus selama 60 km (pertamax plus) masih berasa seret pistonnya. Khawatir bakal berkerak dan saluran pembakaran merah” seperti foto uji 100 km P Plus diatas, saya isi 7ml carb cleaner (di botolnya 200ml untuk 40L soalnya). Tapi saat pake cleaner tarikan nggak berbeda tapi malah boros. Begitu kilometer motor mencapai 350km dan P Plus di tangki sudah habis, saya isi V-power dan hasilnya kerja piston lebih licin, akselerasi naik signifikan. 2 jempol nih artikelnya kang Majid.

  9. It’s not my first time to pay a visit this web site, i am visiting this site dailly and get pleasant facts from here daily.

  10. Boleh di coba nih kang Majid, tapi pertanyaannya… ga semua daerah jual Shell V Power (termasuk daerah saya)… V-Power hanya bisa dinikmati oleh segelintir pengendara kota2 besar Indonesia. nah kalo kaya gini, saran mas madjid opoo tho yoo ? pake premium apa pertamax yaa ? tolong donk di share juga perbedaannya pakai pertamax dan premium. makasih om

  11. udah sebulan ini, ane cekokin v-power kemotor ane supra 125 th 2007, mumpung shell v-powernya lagi murah Rp 9100 an/liter dan hasilnya sangat luar biasa, yang tadinya motor ane rasanya kaya gilingan padi sekarang halus lembut + tarikan enteng seperti habis service besar (bersihin kerak di kepala mesin). dan karena udah percaya produk shell, sekarang oli mesin yg tadinya pake MPX honda sekarang ane ganti pake Shell advance ax5, hasilnya motor ane tambah ngacir….. ane sangat percaya tulisan bro diatas memang benar karena saya ngalamin sendiri

    1. jos gandos..maturnuhon atas komentarnya ams bro..btw ada foto fotonya mas bro..mungkin bisa saja jadikan artikel untuk di share ke teman teman lainny 😀

  12. Great article !
    Tolong pertamax, shell super juga d test. Hehe
    Mas d surabaya ya? Jadi gak ada total buat dtest juga?
    Suwun.

  13. Motor yg dipake Blogger ini CR cuma 9,3:1 (merk dan tipe dia rahasiakan),,, belom lagi CR Dinamis biasanya dibawah itu, belum lagi engine management yg dilakukan oleh ATPM agar aman pakai Premium (ron 88),,, motornya sebenarnya cocoknya pakai Pertamax 92 atau Shell Super,,,, atau malah Pertalite.

    Karena “Modifan” engine management yg dilakukan ATPM, kebutuhan oktan jd berubah lebih rendah,,, Vario 125 aja udh ideal pakai RON 92,,, dijamin piston gk bolong, gk knocking,,, karna CR Dinamis cuma 10,5:1 + engine management by ATPM,,, Pernah ane pakai Pertamax Plus di Vario 125 hasilnya juga ada pewarna dye merah gk ikut terbakar,,, paling banyak di intake manifold mengarah ke intake port,,, apalagi motor penulis 😀

    sedangkan pakai Pertamax 92 ?, gk ada sama sekali,,, titik nyala (flash point) tiap jenis bensin itu beda-beda,,, untuk jelasnya baca Data Sheetnya,,,

    Sangat disayangkan penulis terlalu memaksakan menggunakan RON 95 di CR 9,3:1 (CR Dinamis bisa < 9:1), padahal penulis udh bela-belain bongkar pasang/overhaul dgn jarak yg sangat pendek,,,

    Jadi, soal WARNA, jangan dipermasalahkan,,, premium pakai pewarna dgn jenis yg sama dgn pertamax hanya saja warnanya kuning,,, tp gk ada kasus warna belepotan kayak Pertamax karna flash point Premium itu rendah,,,

    Soal kebersihan ane gk berani komentar banyak karena penulis mengujinya pakai metode yg hasilnya itu dinamis,,, bukan diatas dynamo meter (dyno) yg parameter-parameter bisa dibikin sedemikian rupa agar sama meski nothing is perfect, setidaknya rpm mesin, waktu pengujian, suhu mesin bisa dikontrol di atas dyno. Kao cara penulis sih bisa aja saat testing pada Shell V Power karena situasi dan kondisi rata-rata betotan grip gas lebih dalam (pada throttle position sensor itu baisanya dalam satuan persen, buka penuh itu 100%) alias rpm yg dipakai lebih tinggi daripada pas pakai pertamax plus,,, ingat ini rata2,,, penulis gk baka bisa menyadarinya by feeling,,, mana bisa di pake harian bisa jalan statis di rpm yg sama,,, ingat rpm, bukan km/j,,, coz di speed yg sama pun tp beda kontur jalan bisa beda rpm mesin,,, jalan menanjak vs jalan datar beda rpm, lebih tinggi jalan menanjak,,,

    Belom lagi ambient temprature (suhu lingkungan), beda beberapa derajat aja beda hasil tuh di ruang bakar,,,

    Kebersihan ruang bakar gk cuma dikarenakan keampuhan aditif detergancy aja,,, yg tau metode Italian Tune pasti tau,,,,

    Bagi pembaca yg asal telan bulet-bulet apalagi yg udh skeptis sama pertamina dan pemerintah,,, wasalam,,,

    1. ah motor saya CR 9,3:1 juga sudah 3 tahun minumnya Total 95 lancar aja ga ada masalah merah merah ga ikut terbakar kwkwkw malah makin kesini makin ngacir larinya

  14. Kini ada produk merk XADO atau Verylube yg efektif utk bersihkan ruang bakar. Bisa coba Verylube Anti-carbon yg dimasukkan lewat lubang busi utk bersihkan ruang bakar atau Verylube Petrol-tank yg dimasukkan bersama BBM utk bersihkan saluran BBM dan menangkap molekul air.

Tinggalkan Balasan