yamaha jatim yamaha jatim

MotoGP ngak hanya menyita perhatian orang dewasa saja, melainkan anak SD pun sampai kebawa atmosfer balap kelas dunia tersebut. Temen temen semua, tau ngak baru baru ini ada video anak kecil yang masih duduk di bangku SD menirukan gaya komentator MotoGP. Gaya bahasanya yang menirukan komentator legendaris MotoGP yakni Nick Harris lagi rame di jagad maya, bahkan sekarang ini video tersebut telah menjadi virral. Sudah tau kan anak kecil yang kang Majid maksud ini?

Rivaldy bocah yang masih duduk di bangku SD menjadi terkenal karena gayanya dalam menirukan bahasa komentator di MotoGP. Rivaldy atau Daddy Rossi ini berasal dari Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Aksi nya yang menirukan gaya komentator MotoGP dengan diikuti aksinya naik sepeda seperti pembalap MotoGP ternyata sampai juga di akun twitter MotoGP. Sepertinya MotoGP sangat megapresiasi video Rivaldy, dimana video telah di repost di twitter MotoGP. Kebayang bukan, video pasti banyak di tonton oleh jutaan orang di semua belahan dunia.

moladin

Dalam menyikapi video Daddy yang menjadi viral tersebut, Yamaha Idonesia telah mengunjungi bocah SD kelas 3 tersebut. Ditemani ayah, ibu dan juga adik perempuannya, pertemuan dengan Daddy berlangsung hangat. Daddy tidak canggung saat diajak bercerita tentang kecintaannya kepada dunia balap MotoGP, khususnya pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Sejak kecil, siswa kelas 3 SDN Oeledo, Kec. Pantai Baru, Kab. Rote Ndao, ini telah jatuh hati kepada MotoGP. Dalam ceritanya dengan Yamaha Indonesia, Daddy berkeinginan untuk jadi “Next 46”. Dia bercita-cita suatu saat nanti bisa ikut balapan MotoGP bersama tim Yamaha dan menggunakan nomor idolanya itu.

“Daddy ini kalau di rumah suka praktik menggunakan sepeda sampai jatuh-jatuh untuk menirukan Rossi. Dari umur tiga tahun dia sudah suka tiru komentator MotoGP hanya tidak jelas ucapannya.  Baru saat usia 7 tahun terdengar sedikit seperti bahasa Inggris” cerita Andy Sopbaba, ayah Daddy sambil tertawa.

Di balik popularitasnya saat ini ternyata menyimpan kisah. Satu minggu sebelum video-nya viral di media sosial, keluarga besar Daddy sedang dirundung kedukaan. Pasalnya, sang kakek baru saja meninggal dunia. Meski demikian keluarga menganggap bahwa ini adalah doa dari kakek untuk Daddy bisa mewujudkan cita-citanya. Sejak kecil Daddy Rossi tinggal bersama kakeknya di Kupang. Sedangkan orang tuanya tinggal di Pulau Rote. Hal ini dilakukan orang tua Daddy supaya dia mendapat pendidikan yang lebih baik di kota Kupang. Dalam perjumpaan singkat tersebut, secara khusus Yamaha Indonesia memberikan cinderamata berupa apparel resmi 46|Asia untuk keluarga Daddy. Raut wajah Daddy menjadi sumringah saat mengenakan topi dan kaos bertuliskan VR46. Bahkan di beberapa kesempatan interview dengan media dia tidak ingin melepaskan topi pemberian Yamaha Indonesia.

“Senang sekali. Ada nomor 46. Seperti Valentino Rossi,” ucap Daddy polos. Saat ditanya tentang kemungkinan suatu saat membalap bersama Yamaha Indonesia, orang tua Daddy antusias dan mendukung apapun hal baik untuk anak mereka. Secara spontan Daddy juga menjawab dengan penuh semangat. “Mau membalap pakai Yamaha. Nanti saya mau pakai nomor 46 seperti Rossi,” ujar Daddy disambut doa orang tuanya.

Yamaha Indonesia mendoakan Daddy Rossi bisa mewujudkan cita-cita menjadi pembalap dunia untuk mengharumkan Indonesia dan nama keluarga. Dukungan dari Yamaha Indonesia diharap bisa memotivasi Daddy untuk terus menjaga mimpinya. Semoga suatu saat Daddy bisa bertemu dengan idolanya Valentino Rossi. Suatu saat Yamaha Indonesia akan bangga melihat Daddy Rossi ada di balapan dunia bersama Yamaha dengan nomor kebanggaannya “46”. Yamaha Semakin di Depan! (cicakkreatip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here