yamaha jatim cicakkreatip

Tau ngak kalau hari Sabtu kemarin (20/1) temen temen media dan juga temen temen Blogger di Jawa Timur lagi asyik Touring Seharian Bareng Mio-S. Acara touring ini telah diadakan oleh Yamaha Jatim, acara merupakan bagian dari promosi new product Yamaha yakni Yamaha Mio-S sekaligus memperkenalkan kepada temen temen media mengenai handal nya Mio-S ini.

Yamaha Mio-S merupakan produk baru Yamaha yang sudah dibekali dengan engine 125 blue core. Nah untuk touring saat itu dimulai dari Surabaya menuju wisata Bukit Jaddih Bangkalan. Tau kan wisata baru ini? Ya…meski saat itu ngak di temenin mbak Isyana Sarasvati heheheh, naik motor ber kilo-kilo meter dengan Yamaha Mio-S ternyata enjoy banget. Mau tau keseruan apa saja yang dilakukan saat touring? Yuk dilanjutkan bacanya…

moladin

Start awal touring :

Mulai ngumpul, mulai ngisi absensi, prepare motor serta briefing saat itu dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB (pagi) di Lapangan Yamaha Jl. Panglima Sudirman Surabaya. Yamaha Mio-S telah di parkir rapih disana, terlihat saat itu team service dari Yamaha disana dilibatkan untuk cheking unit yang dipakai touring. Nah selain mengechek kondisi kelayakan motor agar dapat dikendarai dengan aman, saat itu juga lagi dilakukan pengukuran jumlah bahan bakar yang dimasukkan ke fuel tank Mio-S. Tau ngak tujuannya apa? Iya…. selain touring untuk bisa merasakan impressi riding Mio-S, disini juga sekaligus dilakukan pengukuran konsumsi bahan bakar Mio-S. Dari Surabaya menuju Madura dengan jarak 35 kilo meter-an, postur temen temen media sebagai rider saat itu bervariasi, kira kira berapa konsumsi bahan bakar Mio S ini…? Itu poin yang akan diketahui nanti usai touring ya…

Dari lapangan Yamaha, untuk menuju lokasi pertama yakni Dealer Yamaha Trisakti Motor Bangkalan yang berada di Jl. Trunojoyo 70 Bangkalan, rombongan Touring Seharian Bareng Mio-S saat itu melewati jembatan Surabaya – Madura (Suramadu). Kontur jalan disini lebih bervariasi, di Surabaya kita bisa mendapatkan jalanan yang datar, masuk jembatan Suramadu barulah mulai sedikit naik ketika menuju tengah jembatan. Jalan mulai menurun ketika menuju bibir pulau Madura, namun setelah melewati gerbang tol Suramadu jalanan kembali naik sedikit hingga di depan ketemu jalan dengan kondisi landai dan lurus. Tau ngak, jalan setelah Jembata Suramadu menuju kabupaten Bangkalan ini merupakan trek lurus yang sering dibuat temen temen balap liar untuk testing top speed. Jadi saat itu kesempatan untuk open throttle saat melintas di jalan tersebut bisa lebih maksimal. Jalanan nya panjang banget…sampai bosan buka throttle hehehe.

Hasil pengukuran konsumsi “BBM” Mio-S :

Setelah saling beriringan, saling mendahului untuk feel speed, akhirnya beberapa menit kemudian rombongan sampai di Dealer Yamaha Trisakti Bangkalan. Ternyata kedatangan kami semua disambut dengan meriah, dan disana juga ternyata ada acara tutorial berhijab bagi konsumen loyal Yamaha. Oh iya…. di titik pemberhentian pertama ini motor yang dipakai oleh Media dan Bloger kembali di tata rapih di depan dealer sembari di ukur satu satu konsumsi bahan bakar-nya. Yups… sekarang kita bisa melihat Mio-S ini boros apa irit. Methode pengukuran umum untuk mengetahui konsumsi bahan bakar disini memakai methode full-to-full, bahan bakar didalam fuel tank yang semula di isi penuh sebelum berangkat kini kembali di isi penuh, masuknya bahan bakar sampai full kembali tersebut dihitung sebagai konsumsi bahan bakar si motor, bahan bakar yang masuk dibagi jarak tempuh.

Dari delapan motor yang saat itu dikendarai Media dan Blogger, data hasil pengukuran telah diperoleh, hasil pengukuran disaksikan bersama sama, dan….tau ngak kosumsi bahan bakar Mio-S ini berapa? Rata rata jarak tempuk tiap motor saat itu adalah 34 Kilo meter dan konsumsi bahan bakar rata rata adalah 0.5 liter. Dari beberapa media, mas Sony dari Otomotifzone.com ternyata meraih angka konsumsi bahan bakar yang paling irit, tercatat konsumsi bahan bakar Yamaha Mio-S Sony berhasil mencapai 76,76 Km/liter. Untuk jarak paling bontot disini diperoleh medaia Harian Surya yakni 56.27 Km/liter. Kita bisa melihat Mio-S memang irit banget, dan hal ini membuktikan jika engine dan teknologi Blue Core yang dipakai Mio-S memang sangat handal.

Wisata Bukit Jaddih :

Baru kali ini kang Majid main ke sini, sebelumnya cuma mendengar tempat ini dan beberapa cerita yang di share di sosmed atupun siaran di aplikasi pesan singkat mengenai kejahatan yang sering menimpa pengunjung wisata Bukit Jaddih. Semua cerita yang ada ternyata makin menambah kesan antiknya tempat wisata baru gunung kapur yang ada di desa Jaddih kabupaten Bangkalan ini. Mencari wisata ini ngak sulit kok, kalau dari Surabaya dengan akses jalan Jembatan Suramadu jarak lokasi kurang lebih 27 Km. Nah dikarenakan sampai sat ini (21/1) akses jalan ke lokasi wisata masih belum sepenuhnya bagus, maka untuk pengguna roda empat kita mesti cari jalan utama yang harus melalui kota Bangkalan terlebih dahulu.

Cukup jauh jika mutar kota, tapi yakin pasti ngak ada rasa menyesal deh… hal ini karena jalan menuju lokasi melewati kampung, kanan kiri jalan serta halaman rumah penduduk banyak tumbuh pohon salak, rambutan serta durian. Jadi ngak heran jika kayak masuk hutan rimbun, dan banyak banget buah buahan tersebut di jual di pinggir jalan oleh petani- langsung. Asyik loh bisa beli buah langsung dari yang punya kebun, tapi sayang 🙁 saat itu ngak bisa beli karena takut ketinggalan rombongan. Setelah sampai di bukit Jaddih, aktivitas disana diawali dengan game-game kecil serta menikmati indahnya bukit. Memang goresan hasil aktivitas tambang membuat lokasi ini indah sekali. Kolam dan jalan berbukit yang bisa dilalui motor, beberapa Blogger dan temen temen dokumentasi aktivitas sampai penasar di puncak bukit Jaddih bawa Mio-S, akhirnya kayak motor dual purpose saja, Mio-S dibawa naik paksa, hem…..ada ada saja hehehehe 😀

END Touring :

Mulai mendekati sesi akhir Touring Seharian Bersama Mio-S, satu hal yang ngak bisa di ajak kompromi! Tau apa itu? Perut-nya kang Majid saat itu bunyi  krukk…kruk…. sudah tau bukan ini tandanya apa? hehehehe 😀 Makanya di sesi akhir touring saat itu di tutup dengan makan bareng. Lokasi yang di booking Yamaha saat itu adalah rumah makan bebek yang sudah mendunia, Bebek Sinjay. Dulu memang rumah makan yang terkenal dengan menu bebek ini memang untuk bisa menikmatinya bebek-nya kita harus ke Bangkalan dulu, tapi…sekarang cabangnya sudah di buka di mana mana, terutama di Surabaya. Makanya mungkin sudah ngak asing lagi ya dengan rumah makan ini.

Rangkaian aktivitas touring dari pagi sampai siang acara berjalan dengan lancar, kebetulan cuacanya enak banget, mendung….jadi bisa sepenuhnya menikmati acara touring. Buat cewek cantik dan yang merasa ganteng, touring pakai Mio-S ini setidaknya memberi jawaban betapa handalnya Mio-S, selain itu disini kita jadi tau ternyata Mio-S itu irit juga ya, meski mesinnya gedhe 125 cc. Rekomendasi banget! Untuk yang mau meminang Mio-S, harga Mio-S OTR Surabaya adalah Rp. 17.075.000. Mio-S hadir dengan 4 pilihan warna yang modern loh… ada pilihan warna Special Green, Smart White, Spirit Red dan Strong Black. Pilihan warna ini dapat dipilih sesuai dengan karakter tampilan kita yang suka mengekspresikan gaya berkendara sesuai pilihan, “It’s My Style”. Yang ngak boleh ketinggalan bahwa saat ini Yamaha Jatim membuka program khusus yakni “Beli Mio S Tanpa Tolak, Langsung Kirim”. Jadi yang ingin Mio-S langsung kunjungi Dealer Yamah di Jatim yang dekat dengan rumah-mu ya… mumpung belum habis promonya hehehe. Thanks Yamaha buat acara-nya, semoga kedepannya makin semakin di depan 😀 (cicakkreatip)

3 KOMENTAR

  1. Yamaha sudah dari dulu irit…..sejak di era injeksi pertamnya di yamaha vixion dikeluarkan. Tapi mainset orang dulu memang masih belum bisa di holankan jika honda irit. Padahal di era motor injeksi semuanya irit.

    • @Anggi : Satu yg bisa membuat mindset konsumen kuno berubah….. dimana disaat eranya motor listrik sudah dikeluarkan dan merajalela. Coba bilang honda irit…..bakal disangka lolak lolok deh 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here