jump to navigation

Pasang knalpot SARP di Suzuki GSX R150 kok brebet? Ni Solusinya… September 15, 2017

Posted by cicakkreatip in : campur , trackback
yamaha jatim yamaha jatim

Pengguna Suzuki GSX R150 beberapa minggu yang lalu kembali menghampiri markas cicakkreatip.com, konsumen cicak yang satu ini berdomisili di Kediri Jawa Timur. Bayangkan, berapa kilo Kediri menuju Surabaya hehehe. Kenapa sampai dibelain ke markas cicakkreatip? Jawabannya cuma satu… Hendro selaku owners Suzuki GSX R150 warna biru ini ingin mencari solusi karena saat itu power kuda besinya terganggu di putaran midle (6000-7000 rpm). Seperti biasa, dari hasil analisa awal cicakkreatip, masalah tersebut timbul karena adanya penggantian di SP (saluran pembuangan). Terlihat bahwa saat itu knalpot standart sudah ngak nempel di motor, namun sudah diganti dengan knalpot racing resmi rekomen Suzuki yakni knalpot SARP Cobra Series.

Performa setelah pasang Knalpot Racing SARP Cobra Series Buat Suzuki GSX-R150

yamaha jatim

Aplikasi knalpot dilakukan supaya power motor bisa naik seperti claim produsennya (Gbr. diatas). Bro Hendro mengatakan bahwa knalpot tersebut beli langsung dan dipasang langsung di bengkel resmi. Dari sini cicakkreatip sudah ngak bisa bilang kalau knalpot ini non original, pastinya original ++ soalnya belinya langsung di Dealer. Anehnya, kenalpot yang sudah di desain khusus buat Suzuki GSX R150 ini masih bisa mengalami error. Maksudnya? Sama seperti pemasangan knalpot racing di motor injeksi jenis close loop lainnya, jika desain knalpot masih kurang pas, maka dalam kondisi kerja mesin tertentu motor mengalami venomena mberebet, hal ini karena asupan BBM yang ada hubungan erat dengan AFR ngak sesuai dengan kebutuhan. Lah ini knalpot dengan riset khusus GSXR, kok masih dibilang kurang pas! Faktanya?

Pengaruh detail rancang bangun knalpot memang harus benar benar pas, jika tidak efeknya seperti kejadian ini. Rpm ngak bisa merata alias brebet karena BBM ada di titik ideal 14,7:1 atau bisa juga terlalu miskin (poor). Lah kan ada ECU racing juga dari SARP? Lebih maksimalnya cicakkreatip juga menyarankan kepada smua penunggang kuda besi Suzuki GSXR atau S, jika mengaplikasi knalpot SARP harus beli ECU racing SARP juga ya biar maksimal. Jika ngak kuat beli ECU? Solusinya bagaimana kang cicak? Cicakkreatip sarankan memakai Piggyback Fuel Adjuster Iquteche saja, Piggyback lokal ini sudah lebih dari cukup, karena fungsi piggyback sudah bisa megatur ulang nilai AFR supaya kebutuhan suplay BBM di motor bisa terpenuhi, dan bisa usir acara brebet looh.

Sepakat bahwa untuk mengobati motornya penyesuaian akhirnya dilakukan bro Hendro dengan memasang piggyback, dan ternyata seting untuk menemukan AFR yang pas lumayan bikin knalpot overheat. Cicakkreatip mengerjakan GSX R150 dengan knalpot racing berbagai merek berulang kali, beberapa menit AFR di setiap putaran sudah terpenuhi, namun disaat itu berkali kali running dan test ride untuk mendapatkan hasil maksimal dilakukan dengan durasi yang lama jika dibandingkan knalpot lain. Akhirnya saat itu setingan yang pas telah di ketemukan. Mau tau setingan yang pas? Dibawah ini setingan saat itu, mungkin bisa dibuat contekan hehehe.

Harga knalpot SARP Cobra series untk Suzuki GSX R atau S ini dibandrol dengan harga HET Rp. 1,5 juta. Dengan pemakaian knalpot SARP khusus ini harapannya power bisa ngangkat seperti data resmi yang dikeluarkan diatas. Pemasangan knalpot lebih afdhol diikuti dengan ECU SARP juga, terutama dalam kebutuhan kompetisi, jika memang budgetnya dibagi sama kebutuhan yang lain dan kebutuhan motor untuk harian saja, piranti ECU racing bisa digantikan dengan Piggyback Fuel Adjuster Iquteche yang memiliki budget lebih ekonomis. Ngak lucu bukan jika pakai knalpot khusus namun power malah ngedrop, hehehehe. (cicakkreatip)

diagnostic tool

Komentar»

1. 3835group.com - September 18, 2017

brebet itu gejala nembak nembak gitu ya kang? jadi harus ada penyesuaian ECu agar suplay BBM di sesuaikan. mantap Infonya

2. cicakkreatip - September 21, 2017

Sejenis dengan nembak nembak bro… efek brebet sama halnya ketika kehabisanbahan bakar. Betul harus ada penyesuaian, dan penyesuaian ini yang ngak bisa di cover denga ECU stadart, soalnya penyesuaian kadangkala harus mengarah ke AFR dibawah atau diatas 14,7:1



%d blogger menyukai ini: