jump to navigation

Berapa berat Roller Yamaha Aerox 155 VVA? April 6, 2017

Posted by cicakkreatip in : otomotif, Tips Motor, yamaha , trackback
yamaha jatim yamaha jatim

Di kesempatan yang lalu cicakkreatip sempat bawa matic baru Yamaha Aerox 155 VVA ke atas tretes. Bersama rekan rekan media dan blogger lainnya cicak sempat nyobain kemampuan Aerox 155 VVA, tentunya saat itu dengan jalan menanjak. Kondisi geografis daerah tretes lebih dominan perbukitan, yang menarik saat itu meski ukuran body dengan kombinasi ban Aerox yang gamboot bener, namun akselerasi Aerox seperti motor motor 100kg kebawah, enteng Bro! 😀

Impressi Touring pakai Aerox 155 VVA Surabaya – Tretes

yamaha jatim

Testimoni teman teman media banyak yang mengatakan akselerasi Aerox lebih mantap! bahkan ada yang bilang tarikan lebih mantap ketimbang Nmax, antara putaran engine sama akselerasi realnya imbang, ngak ada istilah ngereng aka ngeden. Untuk akselerasi sendiri sebenarnya dipengaruhi dari banyak hal, terutama banyak yang megkaitkan dengan berat roller yang dipakai. Roller yang dipakai pengaruh besar dengan akselerasi terutama di situasi tanjakan. Pasti ada yang berfikiran roller Aerox pasti lebih enteng dari Nmax, Yakin begitu?

Yang lain kira kira ada yang penasara ngak sama berat roller yang dipakai Yamaha Aerox 155 VVA? Berdasarakan panduan di manual book, Yamaha Nmax memiliki berat roller CVT sebesar 13 gram, dicatat ya 13 gram. Jika dibandingkan dengan roller Aerox 125cc, roller Aerox 155 VVA ini lebih berat 3 gram. Apakah sama roller Nmax dengan Aerox 155 VVA? dari data yang tersedia di manual book, roller Aerox 155 VVA sama seperti yang digunakan oleh Yamaha Nmax, sama! dimana berat roller sama sama memiliki spesifikasi 13 gram bro!

Bukan hanya berat saja yang sama, dimensi roller (PxL) antara dua skutik ini juga sama. Panjang roller Aerox dengan Nmax sama sama 20 mm, sedangkan lebarnya juga begitu, sama sama 12 mm. Jadi misal nih roller Aerox diganti pakai Nmax maka yang terjadi adalah sama, tidak ada perubahan yang berarti. Terus apa dong yang membuat akselerasi Aerox 155 lebih enteng? Next saja coba dibahas, soalnya ada hal lain seputar CVT kedua motor ini yang berbeda. Mungkin mastah mastah sealent reader disini ada yang tau…monggo sharingnya di kolom komentar ya 😀 (cicakkreatip)

 

diagnostic tool

Komentar»

1. Farid - April 6, 2017

Apa mungkin karena pake SMG so gak pake gigi stater yg membebani mesin. Gak tau juga sih gimana mekanisme stater dinamo dan berapa bebannya ke mesin. Mungkin ada yg lebih paham…

2. cicakkreatip - April 6, 2017

Hhehehe…bisa jadi itu salah satu faktor mas Farid. Namun secara Engine sekilas memang sama seperti Nmax, padahal beberapa komponen baik desain maupun spek berbeda. Mulai dari CVT sepintas sama, namun ada yg berbeda, seperti vbelt, jarak sumbu, dll. Tidak hanya itu keknya limiter Aerox juga beda sama Nmax, hal ini juga seiring dengan pemakaian ECU baru yang disebut dengan SGCU.

3. arlong - April 7, 2017

yg dikatakan bro farid cukup masuk akal juga, mungkin itu karena dampak pemakaian SMG. adanya double starter memang cukup membebani putaran mesin saat engine bekerja, yaa… taulah karna double starter itu ada kumparannya ada magnetnya yg kalo diputer pasti kerasa berat/ada tahananya. Motor bebek road race saja double starter dilepas supaya mesin bisa berputar lebih ringan og.

4. Farid - April 7, 2017

Saya bandinginnya sih sama mobil yg masih pake power stering hidrolik vs power stering elektronik (EPS). Katanya beban pompa hidrolik power stering hidrolik bisa sampe 5hp membebani mesin. Lumayan to kalo beban itu ilang…
Kira2 berapa ya beban dinamo stater…?



%d blogger menyukai ini: