jump to navigation

Fenomena Bohlam Honda Beat sering Lepas, Ni Solusinya… Maret 26, 2017

Posted by cicakkreatip in : honda, otomotif, Tips Motor , trackback
yamaha jatim yamaha jatim

Bohlam lampu depan Honda Beat lepas dari dudukannya, fenomena ini memang sudah sering menghampiri pengguna Honda Beat. Ada kejadian pasti ada penyebabnya. Dikutip dari Otoplus.id, Ary Prasetyo, S.Pd salah satu pengguna Honda Beat Pop yang mengalami hal ini mempunyai solusi yang bisa juga di terapkan oleh penderita kejadian ini. Dari analisa Ary sendiri kejadian bohlam lampu depan Honda Beat yang sering lepas dari fitting nya ini dikarenakan saklar lampu jauh dan dekat sering tertekan setengah. Iya posisinya sering tertekan setengah.

Penyebab Lampu sering Lepas :

Kalau di runut kejadian ini bisa dari berbagai faktor, mulai dari kualitas fetting yang kurang bagus, panas berlebihan di area lampu, dan kondisi jalan yang rusak parah. Namun dari analisa Ary selaku pemakai Honda Beat Pop yang mengalami kejadian bohlamp lampu lepas dari fitting sampai yang ke dua kalin ini ternyata diakibatkan karena saklar lampu jauh dan dekat tertekan setengah. Hal ini akan membuat lampu jauh dan dekat saat itu akan menyala secara bersamaan dan menyebabkan panas lampu menjadi dua kali lipat. Secara terus menerus hal ini akan menyebabkan dengan mudahnya lampu utama lepas dari fitting / dudukan.

yamaha jatim

Solusi Mujarab :

Bagi pengguna Honda Beat yang mengalami kejadian ini, tenang saja, ada solusi mujarab nya. Dimana solusinya di tambahi dengan rangkaian relay 8 kaki pada soket lampu depan. Penambahan relay ini diterapkan oleh Ary. Relay sendiri dipasang di rangkaian soket lampu depan. Nah relay dapat dipasang sebelum atau sesudah soket lampu, rangkaiannya lebih jelas ada di bawah ini ya…

Okey bagi yang mengalami kejadian semacam ini bisa langsung pasang relay ya, dengan penambahan relay kaki 8, membuat kinerja lampu jauh dan dekat berbeda, dan tentunya penyakit Bohlam lampu depan Honda Beat lepas bisa diatasi. (cicakkreatip)

Gbr. otoplus.id

diagnostic tool

Komentar»

No comments yet — be the first.


%d blogger menyukai ini: