Advertisements
jump to navigation

Impressi Touring pakai Aerox 155 VVA Surabaya – Tretes Maret 15, 2017

Posted by cicakkreatip in : otomotif, testride, yamaha , trackback yamaha jatim cicakkreatip

Diajak touring gratis, makan gratis, tidur hotel gratis dan Outbound gratis, ye…..serba gratisan ya hehehe. Memang betul…kemarin kang Majid ngerasain itu semua, dimana hari Sabtu dan Minggu (11-12/3) kemarin main dealer Yamaha di Jatim yang digawangi oleh PT. STSJ lagi ngadain acara touring. Touring ini bertemakan One Night Gathering with Aerox 155. Seperti temanya, saat itu para jurnalis dari media di Jawa Timur mulai dari tabloid yang memberikan plus plus seperti Otoplus, Ototrend, Motorplus, Radar, Harian surya beserta pasukan Blogger jatim termasuk kang Majid diajak asyik bareng bersama Yamaha, tujuannya simpel… Yamaha ingin memberi kesematan kepada media untuk bisa merasakan performa dari motor baru Yamaha Aerox 155 VVA, dan apa yang dirasakan selayaknya bisa disampaikan ke Anda Anda sekalian, iya Anda pak!!. 😀

Perjalanan dimulai dari dealer flagship Yamaha SIP Dupak. Posisi dealer yang megah tersebut ada di Jl. Dupak Surabaya. Press Conference menjadi awal acara One Night Gathering with Aerox 155, saat itu para petinggi Yamaha hadir disana. Usai presskon baru para peserta yang saat itu terdiri dari blogger dan media langsung diajak turun ngaspal, saat itu jumlah unit yang disiapkan ada sembilan unit. Perlu diketahui Yamaha Aerox 155 VVA hadir dengan tiga varian, varian terendah ada Aerox 155 VVA (standart) kedua ada versi R, dan yang tertinggi ada versi S dengan fitur Smart Key System (menghidupkan motor tanpa kunci), menariknya semua unit dari ke tiga versi tersebut ada, komplit. Jadi asyik banget…bisa nyobain semua varian!.

Dalam acara kali ini Yamaha ingin para media bisa merasakan Yamaha Aerox 155 VVA di semua kondisi medan (on road), makanya trek yang di tuju saat itu adalah Surabaya – Tretes dengan jarak kurang lebih 60KM. Kita semua tau bahwa Surabaya jalanannya cenderung datar dan terjadi kepadatan kendaraan ketika di sore hari saat jam-jam pulang kerja, sampai Sidoarjo dan Pandaan jalannya lumayan mulai naik…dan cocoknya ni pas banget dengan momentum jalan berlubang xexexex 😀 iya kan…? karena curah hujan yang tinggi, jalanan aspal jadi banyak yang berlubang, pas banget…momentum ini bisa di manfaatkan teman teman media dan blogger untuk menguji performa suspensi. Perjalanan rombongan touring kian mendekati lokasi maka jalan ala tretes mulai terasa, ini favorit banget…jalanan khas pegunungan, meliak liuk dan jalanan naik turun, biasanya di trek seperti ini bikin motor ngeden, roda slip, kopling kebakar 😀 . Makanya komplit banget trek yang di lalui saat itu…terus bagaimana hasilnya? yuk disimak satu satu dibawah ini.

POSISI RIDING :

Dilihat dari wujudnya memang sosok Aerox 155 VVA merupakan matic sport, dituju kepada konsumen yang aktif…bukan konsumen yang hobi 40km mentok ya hehe 😀 , lebih ke konsumen yang agresif 😀 . Pertama melihat Aerox, widih..keker banget, lebih kekeran daripada kaka nya Yamaha Nmax dan rival nya Honda Vario 150. Nah…disinih nih jadi kepikiran kalau naik motor ini bawaannya pasti berat banget, dengan tinggi 168 cm dan berat 65 Kg ternyata untuk membuat Yamaha Aerox dalam posisi tegal lurus aman aman saja tanpa kesulitan yang berarti, meski saat itu pakai acara jinjit. Memang ini sudah menjadi keunggulan motor Yamaha, motor Yamaha memiliki bobot yang ramah, buktinya meski bodi gambhot, Aerox enggak seberat yang kang Majid bayangin sebelumnya, ringan. Untuk urusan posisi berkendara juga begitu, posisi berkendara enggak jauh beda dengan yang ada di rumah… Yamaha Nouvo kang Majid, pas….sporty dan agresif  hehehe 😀 . Enak banget deh.

HANDLING :

Awalnya ragu kalau Aerox bisa dibuat trobosan disaat macet. Namun ya itu dia, kadang yang dilihat mata itu bisa bohong, dan ternyata benar… Yamaha memberi kejutan. Meski bentuk body yang agresif dan gembrot, ternyata dari segi kelincahan Yamaha Aerox ini tidak kalah dengan skutik ramping yang ada, saat di Surabaya depan Siola, kan macet tuh… namun Aerox dengan mudah keluar dari kemacetan melewati setiap celah mobil yang didominasi kendaraan pribadi. Memang ringan banget, sekali lagi, kalau kita biasa bawa matic Yamaha…rasanya tidak jauh berbeda, faktor inilah yang juga membuat setiap tikungan saat menuju hotel di tretes dilahap dengan mudahnya, bahkan setiap tikungan kang Majid perhatikan teman teman media bawa motornya pakai gaya dengkul miring ala motogp, lah enak banget dibuat rebah, selain ringan lincahnya juga oke. Kebayang bukan bagaimana nurutnya motor ini 😀

SUSPENSI :

Faktor penting nih…soalnya hubungannya sama kenyamanan. Jika pengguna Nmax lebih di sibukkan dengan penggantian shock belakang karena shock terlalu hard, kini para pengguna Aerox wajib berterimakasih kepada Yamah. Kenapa? Yamaha telah memberikan shock belakang Aerox yang lebih soft, empuk banget!. Ketika kang Majid melewati jalanan Sidoarjo – Porong dengan kontur jalan bergelombang dan berlubang, shock depan belakang Aerox mampu bekerja dengan baik.

Peredaman yang dilakukan sagat memuaskan, bahkan rata rata jurnalis dan blogger member jempol pada shock Aerox ini. Jika di ukur shock belakang Aerox memiliki fisik lebih pendek dibanding Nmax, namun shock belakangnya nyaman banget, tentu daya redam yang bagus ini juga tak luput dengan pemakaian roda yang lebih besar yakni 14 inci (depan 110/80-14, belakang 140/70 – 14).

POWER :

Jalan tanjakan dan patah patah memang tidak bisa di hindari saat ada di lokasi Tretes, namun karena dari sisi engine kakanya Yamaha Nmax yang mengangkat basic engine 155 dengan teknologi VVA, trek jalan menanjak kombinasi kelokan tajam menanjak tidak jadi masalah. Saat perjalanan berangkat, kang Majid saat itu pada posisi boncengger dan disaat pulang riding sendiri, komplit banget…disaat itulah kang Majid bisa merasakan powernya, memang disini tenaga Aerox tersa banget, apalagi nih ketika VVA bekerja (6000 rpm) MID bakal memunculkan tulisan VVA sebagai indikator, nah disini jadi kang Majid bisa merasakan, memang karena kebawa indikator tersebut rasanya ketika indikator VVA nyala motor terasa dapat dorongan dari belakang, terasa banget power suply dari kinerja VVA, lebih-nya power diatas 6000 rpm terasa ringan. Untuk masalah rem menurut kang Majid oke oke saja, meski belakang masih tromol namun daya pengereman sudah di buat Yamaha maksimal banget. Bagi yang tinggal di daerah dengan kondisi geografis ala pegunungan yang dominan naik turun, jangan khawatir…masih bisa pakai Aerox, powernya terutama torsi awal mumpuni banget. Powernya juara, dan motor ini oke baget untuk di siksa hehehe 😀

KONSUMSI BBM :

Konsumsi BBM kang Majid dapatkan dua patokan, patokan pertama dengan melihat speedo meter atau lebih tepatnya disebut MID (multi info display), di situ kita bisa menggunakan fitur average fuel consumption. Dengan fitur ini kita bisa mengetahui konsumsi BBM rata rata Yamaha Aerox 155 VVA. Dari Tretes mengendarai Aerox versi standart kondisi jalaan menurun, Tretes, Gempol, melewati lingkar timur Sidoarjo dan trobos kota Surabaya. Dengan kombinasi pemakaian Stop and Go kang Majid saat itu dapat konsumsi bahan bakar 46,6 Km/Liter, bobot kang Majid saat ini 65Kg. Nah gara gara hasil tersebut, saat itu juga kang Majid sempat iri sama mas Abas jurnalis Otoplus, secara bobot pastinya lebih berat beliau (terutama bagian perut 😀 ), namun yang bikin iri beliau bisa dapat konsumsi BBM 52,0 Km/Liter dengan jarak tempuh 61.5 Km di trip meter, jiah padahal sama loh gaya berkendaranya, stop and go…apa iya jurnalis kondiang satu ini punya rumusan teknik aerodinamika ala OP xexexex 😀 😀 😀 .

Melihat konsumsi BBM ke dua. Kalau melihat perhitungan consumption real dengan method fuel to fuel yang artinya pengukuran dilakukan secara langsung dengan menghitung konsumsi BBM yang habis di tanki dan setelah itu di tambai lagi sampai full. Saat itu diperoleh data konsumsi Aerox sebesar 48.8 Km/Liter. Nah pas pengukuran akhir nih, ada sedikit BBM yang tumpah, sedikit dan diabaikan, artinya untuk Aerox konsumsi BBM-nya sebenarnya bias saja mencapai 49-50 km/liter. Pengukuran fuel consumption melalui fitur di MID sama pengukuran langsung pakai takaran hasilnya 99% sama. Hem…ternyata irit juga ya Aerox ini…

Okey…itu yang bisa kang Majid bagi tetang Aerox 155 VVA, dengan harga yang terjangkau, fitur melimpah, dan body yang bisa dibilang melebihi ekspetasi nih, Aerox 155 VVA ini bisa dijadikan motor yang wajib di beli. 😀 Sebenarnya kang Majid juga dokumentasikan suasana touring by video sih, tapi next aja lah….soalnya belum sempat editing hehehe…kalau yang penasaran bisa di tunggu artikel cicakkreatip selanjutnya. Jangan lupa, isi kolom komentarnnya di bawah ya 😀 . (cicakkreatip)

 

cicakkreatip
Advertisements

Komen via akun Facebook....

diagnostic tool

Komentar»

1. Cah_Angon - Maret 20, 2017

Masih pakai inden gak Cak?

2. cicakkreatip - Maret 20, 2017

Langsung bisa hubungi delaer terdekat hehehe… *kayae iya, soalnya kemarin dnegar dengar di surabaya saat launching 50 unit siould out saat itu juga di hari Sabt, gak tau yang indent berapa banyak heheh 😀



%d blogger menyukai ini: