jump to navigation

Era Bengkel Umum Mulai Aktif Belajar Injeksi… Desember 24, 2016

Posted by cicakkreatip in : otomotif , trackback yamaha jatim cicakkreatip

Betul bukan yang saya katakana, di tahun ini bengkel umum kian marak untuk tau dan bisa menangani motor Injeksi. Hal ini saya rasakan seiring dengan banyaknya teman-teman bengkel umum menghampiri saya di rumah, enggak tanggung tanggung, hingga owner serta mekaniknya diajak. Untuk apa? keperluan nya tidak lain adalah untuk belajar tentang motor Injeksi (FI).

Mulai diberlakukannya regulasi “European Emission Standards” (Euro 3) untuk R2 di Indonesia (kalau enggak salah 2015). Emisi gas buang lebih ditekan lagi, seperti hidro karbon (HC) yang harus 0.3gr/km, 0,15 gr/km nitro oksida (NOx), dan hanya 2gr/km untuk karbon monoksida (CO). Semua produski motor baru sudah tidak ada yang pakai sistem karburator lagi, hal ini karena tidak memenuhi regulasi emisi, makanya dipakainya teknologi Fuel Injectiron (FI) atau Injeksi. Untuk maintenance motor injeksi membutuhkan perlakuan yang berbeda….soalnya cara kerjanya juga berbeda jika dibanding karburator, lebihnya dalam service untuk pengecekan sistem Injeksi wajib untuk menggunakan Diagnostic Tool.

Diagnostic tool atau dalam bahasa umum bisa disebut scan / scaner, alat ini digunakan untuk melihat kinerja sistem Injeksi baik Sensor, ECU/ECM, Actuator, menghapus History Kerusakan dan Seting CO (jika ada). Tanpa Diagnostic Tool Saya bisa service motor Injeksi kok Gan…! Hehehe..kalau dengar ucapan tersebut saya sangat terkagum, iya…jos tenan (Mekanik Ndewo…). Tidak bisa ditelan mentah mentah ucapan tersebut, perlu diketahui bahwa apanya dulu yang di service? Kalau kendorin baut kencangin baut, bersihkan kotoran, seting valve sih bisa bisa saja, coba kalau chek sistem Injeksinya, mengetahui cara kerja sensor, actuator, dan komponen electrical lainnya bisa? Kalau bisa pakai media apa??? wes monggo dijawab 😀

Sekelas mekanik bengkel resmipun enggak ada yang modelnya Ndewo, untuk mendukung pemeriksaan perangkat lunak sistem injeksi (FI) dipakailah sebuah tool khusus. Makanya kalau kita lihat di bengkel resmi mekanik nya pada pakai alat Diagnostic Tool (meski motor enggak rusak). Contoh yang saya ketahui di bengkel resmi Honda pakai HiDS pocket Starnic, di Yamaha pakai Yamaha diagnostic Tool pocket dan yang keren dari Yamaha adalah kesiapan tool injeksinya, bahkan sekarang ini model pocket sudah ditinggalkan, karena Yamaha sudah pakai Laptop dengan operasional Diagnostic Tool (YDT) canggih. Terus apakah bengkel umum bisa mempunyai alat itu?

Kalau dibawah tahun 2016 mungkin sulit kita memiliki alat itu, pegang saja hampir enggak pernah, melainkan di era injeksi ini (2016) alat sudah tidak susah kita temukan, banyak jenis alat, mulai yang local, samapi alat buatan negeri tetangga, atau tetangga jauh mulai bermunculan. Mulai harga yang istimewah, sampai harga yang ekonomis ada. Kalau yang ekonomis tapi mempunyai kesan di mata konsumen ya seperti yang dipakai oleh teman kang Majid asal Madura ini. Mas Ilham dari Bengkel Ilham motor Madura, owner bersama mekanik belajar memakai Honda diagnostic Tool (H-Diag), tepatnya Minggu yang lalau beliau jauh jauh dari Madura nyebrang Pulau heheh 😀 untuk datangi rumah saya demi mendapatkan alat serta sharing dalam pemakaian alat, temasuk trouble shooting.

Alat yang dipakai adalah H-Diag dan Y-Diag versi laptop, dimana pengecekan kerja sistem injeksi dapat dilakukan pada diag tool buatan anak bangsa tersebut. Diag ini buatan Iquteche, mahasiswa jebolan ITS Surabaya mengembangkan alat ini untuk bengkel umun, namun tidak sedikit juga bengkel resmi Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) yang menggunakan alat ini. Lumayan diminati, melihat harganya sendiri murah meriah, yakni 900 ribu. Selain diag Iquteche, diag lain juga sudah banyak di pasaran. Kejelasan alat dan pembelian bisa lihat DISINI (klik).

Sebagai paragraf penutup….Jika dibawah tahun 2012 kata-kata yang kang Majid katakana untuk bengkel umum adalah “Mulailah untuk mendapatkan informasi injeksi kelak itu yang akan ditangani”, tetapi beda di tahun 2016 ini, kata kata yang pas adalah ‘”Mau belajar Injeksi atau Mati!! Heheheh 😀 partai keras ki….lah gimana enggak, kian hari motor karburator masuk ke bengkel kian habis (punah), hal ini seperti beberapa tahun silam saat keluarnya motor 4 tak, mekanik yang istiqomah tentang 2 tak dan tidak mau belajar 4 tak, faktanya baik skill maun knowledge serta bengkel nya mengalami mati suri, pelan tapi pasti. Makanya yuk belajar injeksi, tidak ada kata terlambat kalau kita mau mencoba. Dan saya sangat senang melihat semangat semangat bengkel umum yang sudah sharing dengan saya…jos semangatnya. Terakhir…ojo diguyu…Salam Tolelot….makasih OM hehehe 😀  (cicakkreatip)

Sharing offline :

cicakkreatip

Komen via akun Facebook....

diagnostic tool

Komentar»

1. oto newbie - Desember 25, 2016

Loh tenan kuwi kang. . Lek gk gelem siap siap mulai saiki, iso kalah persaingan.. modar koyo nokia raenek ambune meneh kan ?

2. cicakkreatip - Desember 26, 2016

Betul….padahal sudah dari 2007 an injeksi ada di tengah tengah kita….tapi ya begitu, kalau enggak ada drongan atau motivas besar enggak gerak, kecuali terpaksa hehehe. 😀



%d blogger menyukai ini: