Advertisements
jump to navigation

Kenapa Diagnostic Tool Buatan Iquteche tidak bisa dipakai..? (Y diag & H diag) Desember 5, 2016

Posted by cicakkreatip in : otomotif, Tips Motor , trackback yamaha jatim diagnostic tool

pemakaian-y-diag-dan-h-diag

Tahun 2013 kang Majid ingat betul nih, ngajakin seminar bengkel umum dengan bahasan materi Injeksi banyak yang menolak-nya, kenapa? Jawabannya radak sombong iya, dimana karena masih banyaknya unit motor karburator, imbasnya untuk tau lebih detail tentang motor injeksi tidaklah penting, sebaliknya hal ini juga didukung ATPM yang masih belum gencar produksi motor injeksi terkait regulasi pemerintah yang masih menerapkan standart emisi Euro-2 saat itu.

diagnostic tool

Beda masa beda cerita….di tahun 2016 ini coba ada bengel yang bilang pengetahuan injeksi enggak penting, yakin…dengan sendirinya bengkel tersebut akan mati suri. Kenapa..? tau sendiri bukan kalau mulai 1 Agustus 2013 yang lalau pemerintah membuat regulasi bahwa standart emisi gas buang motor baru (R2) di Indonesia harus Euro-3, mau enggak mau pabrikan-pun mengubah produksinya standart Euro-3, dan solusinya pabrikan harus mengaplikasi teknologi injeksi. Baca juga : Sejarah Teknologi Fuel Injeksi…!! Kapan sih Injeksi di terapkan di Motor..?

Bukti nyata karena dorongan keterpaksaan hehehe…sekarang ini bengkel pada haus ilmu tentang injeksi. Hal ini karena kebanyakan masih banyak yang kikuk tentang penanganan motor injeksi, service-nya sih gampang….apa sih yang di service, namun sebaliknya kalau kena troubleshooting yakin….brosing sana sini, garuk garuk kepala, telfon sana sini untuk cari informasi, hehehe. Searah dengan kebutuhan penanganan motor injeksi, tool untuk service motor injeksi-pun makin dicari, hal ini kang Majid rasakan sendiri, dimana dalam bulan-bulan ini (2016) banyak orderan Yamaha diagnostic tool & Honda diagnostic tool masuk dari berbagai Provinsi, termasuk baru – baru ini dari Provinsi terluas di Indonesia yakni Papua.

honda diagnostic tool -cicak-kreatip-4

Bukan apa apa, dalam aplikasi pemakaian diagnostic tool yang dijalankan di operasional windows (PC, Laptop, Netbook, Notebook). Meski informasi pemakaian sudah tersedia dalam panduan pemakaian dengan format file PDF yang disertakan dalam CD pembelian (Gbr. diatas), faktanya kebanyakan masih belum ngeh (ngerti) terutama cara install USB driver. Hal ini kang Majid ketahui karena banyaknya yang bertanya kenapa diag tool nya tidak bisa beroperasi, meski sudah di install. Hal ini tidak lain karena USB driver belum di install juga disaat install aplikasi diagnostic tool. Apa sih driver itu…?? kok segitunya ya, penting banget!

honda diagnostic tool -cicak-kreatip-6

Driver menurut Wikipedia adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada komponen perangkat lunak yang mengizinkan sebuah sistem komputer untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat keras. Sebagian besar perangkat keras tidak akan dapat berjalan atau sama sekali tidak dapat berjalan tanpa driver yang cocok yang terinstal di dalam sistem operasi.

Disini sudah jelas bukan, jika driver belum terinstall, maka jangan harap bisa pakai diagnostic tool ya….terus langkah instal driver (USB Driver) diagnostic tool bagaimana? sebenarnya install nya layaknya install driver pada umumnya, tapi next artikel dibahas ya…soalnya kalau dibahas langsung kebanyakan artikel-nya, malah bikin ngantuk bacanya hehehe…next artikel kang Majid jabarkan termasuk instal driver yang paling cepat, tanpa masuk menu “Device Manager”, bisa? bisa dong…..heheheh 😀 tenang nanti link artikel kang Majid update di artikel ini kok. (cicakkreatip.com)

➡ Galery Diagnostic Tool versi Laptop, Yamaha diagnostic tool (Y diag) dan Honda diagnostic tool (H diag). Informasi produk bisa dilihat disini :

honda diagnostic tool -cicak-kreatip

pemakaian-y-diag-dan-h-diag-1

honda diagnostic tool -cicak-kreatip-3

honda diagnostic tool -cicak-kreatip-2

honda diagnostic tool -cicak-kreatip-1

Contact pembelian ➡

Advertisements

Komen via akun Facebook....

diagnostic tool

Komentar»

No comments yet — be the first.


%d blogger menyukai ini: