jump to navigation

Regulasi Penerapan Sistem OBD (On Board Diagnostic) Pada Kendaraan R2… September 8, 2016

Posted by cicakkreatip in : otomotif, Tips Motor, yamaha , trackback yamaha jatim cicakkreatip

 on-board-diagnstic-cicak-kreatip-2

Jika melihat di Eropa yang sudah aplikasi standart Euro 4 di kendaraan R2, ternya bukan hanya menyakup regulasi tentang emisi gas buang saja yang harus turun 70 % dari sebelumnya (Euro 3), melaikan juga menyakup proses produksi, lampu nyala saat engine on (AHO), kebisingangan kenalpot (dB), tes durability 20.000 km sebelum dijual, pemakaian sistem pengereman ABS pada motor 125cc keatas, 125 kebawah pakai rem terkait macam CBS Honda, dan yang paling bikin gereget, setiap motor Euro 4 wajib ditanam sistem OBD 1 guna pemeriksaan elektronik seperti ABS dan sistem FI. OBD disinilah yang akan coba kita kenal, khususnya penerapan OBD di kendaraan R2 yang berkaitan erat sama elektronik macam ECU.

Akhir akhir ini memang saya lumayan terdorong untuk mengenal sistem On Board Diagnostic meski bisa dibilang OBD sendiri sudah dikenalkan sejak tahun 1980an. Sistem OBD merupakan sistem berbasis mikrokontroler untuk mengamati berbagai parameter dengan tujuan mempermudah pemilik kendaraan ataupun mekanik dalam memantau kinerja kendaraan yang dapat berpengaruh besar terhadap emisi gas buang. Sistem OBD bukan hanya diterapkan pada kendaraan roda 4 saja, melainkan sejak 1 Januari 2016 di Eropa sistem OBD mulai dikenalkan untuk kendaraan roda 2, makanya tidak heran dari regulasi tersebut penerapannya juga sudah mulai di ikuti oleh beberapa Negara maju lainnya.

Dalam penerapan sistem On Board Diagnostic (OBD) pada komponen elektroni kendaraan ini memiliki perbedaan khusus dengan yang sudah ada terutama pemeriksaan kinerja sistem FI-nya. Kalau pemeriksaan sistem FI memakai Diag Tool pabrikan sudah punya, namau umumnya cuma dikenal dalam lingkup per merek, kalau sudah pakai sistem OBD beda lagi, OBD penggunanya lebih dikenal secara global yang tidak cuma dikhususkan satu pabrikan tertentu saja, seperti penerapan kode kerusakan (malfungtion) yang telah disamakan, yang hasilnya tiap kode kerusakan semua motor, semua pabrikan, akan memiliki arti yang sama. Enggak heran kalau nanti setiap user bisa chek motornya sendiri, kode kerusakan tinggal browsing saja di Google, alat tinggal beli…ya tiada dusta antara bengkel pinggiran sama resmi xexexex.

on-board-diagnstic-cicak-kreatip

Sementara ini jika melihat perkembangan sistem OBD di mobil lumayan cukup pesat, dari mulai OBD1, OBD 1,5 sampai yang baru adalah OBD 2. Kenapa motor enggak langsung pakai OBD 2? Jawabannya nanti pasti pakai OBD 2. OBD 2 memang lebih maju dari OBD 1, namun hal ini akan diaplikasi pada tahun 2020 tepatnya dengan standart Euro 5.

Penerapan sistem OBD hubungannya erat sama ECU kendaraan, makanya jangan heran kalau yang sudah menerapkan sistem OBD sudah tidak bisa di seting pakai alat pabrikan yang terdahulu terkecuali sudah di update, bisanya pakai General Scan Tool (Gbr. diatas). Hem…menarik nya bicara tentang OBD, pasalnya tiap Engine Control Unit (ECU) juga beda, maknya kadang kita harus belajar lage…sementara ini pengenalan dulu tentang OBD, nanti kita bahas lebih lanjut tentang OBD, terutama bedanya kode kerusakan yang diutarakan dalam sistem OBD ini…monggo yang mempunyai pengetahuan lebih maju tentang OBD bisa urun rembuk pada kolom komentar dibawah ini…siap siap motor keluaran baru mengusung sistem OBD…(cicakkreatip)

cicakkreatip

Komen via akun Facebook....

diagnostic tool

Komentar»

1. Ngala - September 8, 2016

wah bakal ginuk ginuk nih mas, ikut senang kalau enggak ada dusta diatara bengkel resmi nantinya 😀 yakin tahun depan pasti sudah banyak motor pabrikan jepang yang sudah aplikasi OBD

2. EQ - September 8, 2016

Sebenarnya versi sekarang motor sudah bisa pakai OBD mas, tetapi ridak bisa seting CO, cuma pemeriksaan saja…tapi ya gitu hara alatnya bikin sarung melorot 😀 :S :S

3. yasalam aja - September 8, 2016

Mudah mudahan begitu mas, pasalnya pabrikan ada yang fair / buka’ bukaan data dan ada yang tidak. Tapi…dengar dengan pabrikan sayap tunggal lagi riset diagnostic tool. Masak iya mereka mau pakai OBD, lag sia sia dong risetnya coy….

4. Mata FI - September 8, 2016

Hehehe..sudah kuduga, plan kedepannya pakai OBD. Saya kira diag tool pabrikan juga mulai lari pada support OBD. Tunggu saja tanggal mainnya…

5. Hudain meshanic - September 8, 2016

Update kang, dengar dengar di beres Yamaha mulai ada diag tool versi 3, yang laptop.. kyae suport versi OBD.

6. Rider Brewok - September 8, 2016

Tambahan info kang :

On Board Diagnosis pertama dikenalkan pada tahun 1968 oleh volkwagen, dengan sistem komputer dan berkemampuan scanning. Dengan istilah diagnosis pada kendaraan, sistem OBD akan memberikan informasi pada pada setiap sub sistem.

Pada pengenalan versi awal pada tahun 1980-an on board diagnosis hanya akan memberikan isyarat lampu indikator atau idiot light jika masalah terdeteksi tetapi tidak memberikan informasi mengenai sifat dari masalah kerusakan.

Perkembangan OBD terus berkembang, implementasi on board diagnosis modern sudah menggunakan port komunikasi digital standar untuk menyediakan data yang akurat. Serangkaian dari masalah Diagnosis trouble code (DTC) yang akan memungkinkan orang akan lebih cepat mengidentifikasi masalah kerusakan pada kendaraan.

7. Setyo - September 9, 2016

Brio ku wes obd 2 mas 😀

8. cicakkreatip - September 9, 2016

@Seryo : Yakin ki mas Setyo sudah nyobain nih xexexexe 😀

9. riderismo - September 13, 2016


%d blogger menyukai ini: