jump to navigation

Test Ride All New Suzuki Satria F150 Ijeksi… Maret 15, 2016

Posted by cicakkreatip in : otomotif , trackback
yamaha jatim yamaha jatim

testride-new satria 150 fi-cicakkreati-com

Awalnya tidak ada niatan untuk nyoba motor Suzuki dalam waktu dekat ini, namun karena kebaikan Main Dealer Suzuki di Surabaya kepada rekan rekan Blogger Jatim (JatimOtoblog), akhirnya kesempatan test ride Suzuki Satria F150 Injeksi yang katanya dari segi performa diatas semuanya ini kesampaian. Kesempatan ini berawal dari kang Sugi yang berhasil meyakinkan Main Dealer Suzuki yang ada di Jalan Indrapura Surabaya untuk pinjamin unit. Hem…bagaimana rasan menjadi joki diatas kakang Satria FI? Yuk dilanjutkan bacanya.

Sebenarnya Test Ride Suzuki Satria FI 150 ini digilir, mulai dari rekan rekan blogger jatim A ke B dan seterusnya. Kebetulan waktu itu cicak sendiri kebagian hari Sabtu (12/3), test ride dilakukan secara singkat (baca satu hari satu malam). Motor cicak buat pulang kantor dan pergi ke kantor. Jarak kantor dengan rumah kebetulan 11 Km (pp 22 Km).

yamaha jatim

Kemacetan jalan Basuki Rahmad sampai A Yani Surabaya pukul 17.00 WIB kala itu memang terasa padat padatnnya, hal ini karena saat itu masuk jam pulang kerja, walhasil niat untuk melihat top speed tiap gigi-pun diurungkan, namun hal ini malah cicak manfaatkan untuk merasakan handling dan kondisi kerja engine dalam kemacetan yang mungkin sisi ini jarang diulas.

testride-new satria 150 fi-cicakkreati-com-1

Pernah naik Suzuki Satria karbu milik ponakan sebelumnya, menurut cicak sendiri dari segi gaya berkendaranya hampir hampir tidak berubah, tinggi cicak sendiri 165cm dengan bobot kurang lebih 60Kg. Ketika motor ditekuk untuk melewati celah antara mobil dan motor, penghargaan yang cicak berikan adalah jempol satu. Roda terus berputar pelan, pelan sekali…sehingga pengoperasian gigi-pun cuma bisa naik dari satu ke dua.

Sesekali cicak mainkan gigi dengan cepat. Mulai dari gigi netral ke gigi 1-2-3-4-5-6 dan dikembalikan lagi ke gigi 6-5-4-3-2-1-0. Pengoperasian gigi dilakukan dengan cepat dan lambat. Menariknya perpindahan gigi satu ke yang lain terasa sangat empuk, suara pergerakan gigi yang umumnya mengeluarkan suara “gemlodak” kali ini tidak terdengar meski kondisi pengoperasian dilakukan saat deakselerasi maupun saat akselerasi. Suara tetap silent, jadi….cicak kasih Jempol dua untuk sistem percepatannya.

Dari gigi, kalau macet lancar kondi rem juga terlibat, pusat perhatian cicak ada di bagian rem depan. Memang harus hati hati kalau tekan tuas rem depan, sekali tekan ternyata nyut….pakem. Luar biasa performa rem depan-nya. Rem depan sangat memuaskan, namun untuk rem belakangnya meski sama sama cakram, performanya tidak terlalu galak dengan karakter layaknya pengereman pada umumnya.

Penggunaan rem efeknya pada ayunan suspensi juga. Kembali Istimewah sekali suspensi-nya. Kirain cicak sendiri sangat keras, pasalnya meliaht powernya saja galak sekali. Ternyata setelah nyoba, bener bener terasa lembut ayunan shock depan maupun belakang-nya, hingga kalau itu dikala cicak naikin sama kang Rio motorrio, kesannya mentul-mentul. Empukkkk…

Macet! memang sempat kurang puas nyobanya, namun dibalik semua itu cicak bisa merasakan motor dalam kondisi low rpm. Dan tau gimana rasanya? cicak bilang sih motor ini sangat tidak cocok buat santai 😀 tau kenapa? powernya terlalu galak, sukanya meloncat loncat kayak naik sapi. Sangat terasa banget, apalagi bagi joki yang kesehariannya bawa motor matic yang tinggal gas langsung josssssss. Istimewah sekali. Banyak yang pelu dirasakan lagi mengenai motor ini, mudah mudahan dapat pinjaman lagi nanti 😀 plus minus coba cicak tulis dibawah ini. (cicakkreatip.com)

Yang dirasakan secata total :

Spedifikasi Suzuki Satria F150 Injeksi

Mesin
Jenis Mesin 4-Stroke DOHC, 4-Valve Single Cylinder, Liquid Cooled
Isi Silinder 147,3 cc
Dimensi x Langkah 62,0 mm x 48,8 mm
Rasio Kompresi 11,5
Daya Maksimum 13,6 Kw (18,49 hp) / 10.000 rpm
Torsi Maksimum 13,8 Nm / 8.500 rpm
Sistem Bahan Bakar Fuel Injection
Sistem Pengapian Euro3, Transistorized
Sistem Starter 1-Push Electric Starter
Transmisi 6 percepatan
Kapasitas Tangki 4.0 liter
Sistem Starter Elektrik dan Kaki
Dimensi
P x L x T 1.960 mm x 675 mm x 1.280 mm
Jarak Pijak 150 mm
Tinggi Jok 765 mm
Berat Kosong 109 kg
Rangka
Tipe Rangka Underbone
Suspensi Depan Teleskopik, pegas spiral, bantalan oli
Suspensi Belakang Lengan ayun, pegas spiral, bantalan oli
Rem Depan New Petal Design Disc Brake
Rem Belakang New Petal Design Disc Brake
Roda Depan 70/90-17 38P
Roda Belakang 80/90-17 50P
Velg Racing
diagnostic tool

Komentar»

1. lamik gemini - Maret 15, 2016

kok mirip naik sapi om? hehee

cicakkreatip.com - Maret 15, 2016

hehehehe….maklumdulunya angon sapai saya om 😀

lamik gemini - Maret 15, 2016

xixixixi…

ninja150ss - Maret 15, 2016
cicakkreatip.com - Maret 15, 2016

pernah juga, bukan jadi blantik…tapi keblantik mas 😛

2. Kobayogas - Maret 15, 2016

ini motor kenceng.. tapi dijelek jelekin tim swat di bawah ini, jare 😀
http://kobayogas.com/2016/03/13/keunggulan-new-suzuki-satria-fu150-injeksi-yang-bisa-menjadi-kelemahannya/

andhi_125 - Maret 15, 2016

nggak kenceng kok, banter 😆

3. givisurabaya - Maret 15, 2016

ikutan ngulas nanti, meski hanya merasakan beberapa jam saja kemarin sabtu juga, juga ketemu sama rekan klub satria, seng pastine meski embel2 nama blog identik honda tapi harus fair, lek apik ya bilang apik lek jelek bakal tak bilang jelek…lak ngonten lur

http://verzasurabaya.com/2016/03/11/meski-honda-mendominasi-namun-di-varian-sport-yamaha-v-ixion-mengungguli/

cicakkreatip.com - Maret 15, 2016

masuk sangat setuju sekali mas 😀

givisurabaya - Maret 15, 2016

http://verzasurabaya.com/2016/03/15/nama-blog-identik-merek-motor-namun-bukan-berarti-fanatik/

nih kang…jawaban bagi kemarin yang anggap VS adalah blog yang basicnya Fans Boy

cicakkreatip.com - Maret 15, 2016

wkkkkk..siap meluncur 😀

4. Layanan Garansi Suzuki Keren… Shock depan bunyi, ganti langsung… | cicakkreatip.com - April 20, 2016

[…] waktu lalu cicak sempat test ride motor baru Suzuki Satria Injeksi 150cc. Merasakan performa motor memang okey, namun sesekali ketika melibas jalan berlubang bagian depan […]



%d blogger menyukai ini: