yamaha jatim
yamaha jatim

warna-all-new-cb150r-3

Claim pabrikan mengenai All New Honda CB150R kini terlihat jelas setelah diuji oleh Otomotif, claim pabrikan ternyata enggak sepadan dengan aktual…jaman dulu kalau hal ini terjadi istilah kerennya itu tenaga disunat 😀 Hasil test dyno oleh Otomotif dengan memakai  dynamometer Dynojet 250i telah menunjukkan terjadi penurunan tenaga jika dibanding dengan claim pabrik yang tertulis diatas kertas (spesifikasi).

Terima saja bahwa New Honda Sonic 150R diatas Satria!

moladin

Dikutip dari Otomotif, (31/8) “Menggunakan dynamometer Dynojet 250i, CB150R terbaru diukur beberapa kali sampai mendapat angka paling maksimal. Dan ternyata tercatat tenaga maksimal 14,65 dk di putaran mesin 9.100 rpm, sedang torsi 13 Nm di 7.000 rpm. Angka itu sedikit lebih rendah dari klaim Honda, yaitu tenaga 16,7 dk @9.000 rpm dan torsi 13,8 Nm @7.000 rpm.

(?) Wajar enggak hal ini ❓ perlu diketahui setidaknya dari beberapa pengujian diatas dyno yang sudah dilakukan oleh beberapa pihak, ada beberapa pengujian pula yang memperoleh hasil berbeda-beda, ada yang memperoleh 16,1 dk, ada yang dapat 16,4 dk juga, ada juga yang bilang 16,7dk, 14,8 dk dan terakhir hasil pengukuran Otomotif menuai hasil 14,65 dk.

Apakah semua itu benar?? Setidaknya kejadian ini mirip banget dengan kejadian yang dialami oleh Yamaha YZF R25, bahkan sempat rame juga kan beberapa waktu yang lalau, ini artikel tempo dulu…”Setelah di Coba di Atas Mesin Dyno, Yamaha R25 Masspro Mengalami Penurunan Tenaga 2 HP, Mosok Sih disunat YIMM tenaganya…?

Jika data perbedaan masih masuk dalam deviasi normal sih enggak apa apa, bahkan perbedaan masih diantara 2 dk juga masih wajar, lag…kira kira faktor apa saja yang bisa mempengaruhi hasil pengukuran yang berbeda?? Buka dulu kitab-nya broh 😀 kalau saya sih buka artikel lama, dimana seperti yang pernah diungkap oleh Pak Abidin GM After Sales PT YIMM bahwa penyebabnya cuma adalah 4M + 1 E.

M pertama adalah Manusia, M kedaua adalah Machine, M ketiga adalah Material & Method + Environtment. “Faktor Manusia, pastikan cara pengoperasiannya standard dan sesuai, serta terlatih. Machine, kondisi dynotest-nya bagaimana, perawatannya?? sama apa tidak dengan dyno pengujian yang mau dibandingkan. Faktor Material, dalam hal ini motor yang dipakai untuk tes, harus dalam kondisi yang sama. Faktor Metode, tata cara sesuai metodologi yang tepat, standarisasi yang dipakai oleh pemerintah setempat. Faktor terakhir adalah Faktor Environment atau lingkungan, suhunya harus sama.

Dari 4 faktor di atas jika enggak sama, hasilnya pasti akan berbeda. Gimana broh, acara sunat menyunatnya?? yaweslag intinya itu…kenapa ada perbedaan hasil, jawabannya ada diatas 😀 – cicakkreatip.com

16 KOMENTAR

  1. power on the wheel ga sama kayak power on the crank yak . kalo dyno itu masih kena berat nya rantai dan ban jadi power mesin ga pure . kalo dyno cuman ngambil mesin nya doang nah ini lebih akurat menurut ane walaupun beda dyno tetep beda hasil juga . dulu malah lucu dyno eh power bisa 17 hp 😀 hahaha . malah keliatan ngibul nya . power di ban itu pasti lebih berat . kalo ngelebihin klaim lucu rasanya … makanya itu dyno buat ane sering nya cuman buat setting sama ngeliat perbedaan part racing .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here