yamaha jatim
yamaha jatim
yamaha jatim

oil jet piston cooler

Bro dan sis semua….wacana mengenai teknologi Oil Jet Piston Cooler yang di tanam pada motor skutik baru Yamaha Mio 125 M3 blue core kayaknya sangat gurih untuk di bahas, dimana sebelumnya untuk teknologi yang hubungannya sama pendinginan mesin menggunakan oli ini umumnya di Yamaha sendiri di terapkan pada motor bebek, seperti keluarga besar Jupiter series. Tapi…kali ini teknologi tersebut kok diterapkan di varian matic loh…? kira kira gimana sih cara kerja piston cooler ini..?

Sebenarnya bicara mengenai piston cooler memang sudah tidak baru lagi, namun kayaknya hal barunya adalah piston cooler ini di terapkan pada motor matic. Piston cooler sendiri merupakan teknologi pendinginan komponen mesin yang bergerak yang terdapat di dalam mesin, dimana seperti namanya Oil Jet Piston Cooler, maka yang jadi inti pendinginan adalah komponen Piston sendiri.

moladin

Disebut piston cooler karena di dalam mesin tepatnya di bawah pisto ada sebuah nozzle yang menyemprotkan oli secara langsung menuju bagian bawah piston, oli tersebut merupakan oli mesin bertekanan yang di hasilkan dari pompa oli mesin yang selanjutnya di kirim ke nozzle untuk di semprotkan secara langsung ke bagian bawah piston.

Tujuan penyemprotan oli tidak lain lagi untuk mendinginkan piston ketika mesin dalam kondisi bekerja, harapannya apa…? Harapannya supaya suhu piston tetap terjaga dalam artian suhu piston tetap dalam suhu kerja mesin. Tidak hanya piston sih…part di bawah piston sepertihalnya connecting rod (stang piston) bearing dan dinding silinder juga ikut serta mengambil bagian pendinginan dari piston cooler itu sendiri, dimana pasti dong setelah nyemprot ke bagian bawah piston kembalinya oli ke bawah pasti bakal kena part tersebut.

Terus efeknya ke mesin…? Suhu piston selalu terjaga, imbasnya sudah pasti daya muai dari piston  juga bakal terjaga, dan resiko mengenai power loose yang di akibatkan oleh persinggungan antara piston dan dinding silinder karena pemuaian akan semakin berkurang, sehingga tenaga yang di hasilkan dari pembakaran bahan bakar di ruang bakar tidak terbuang sia sia, dan imbas akhirnya pasti konsumsi bahan bakar juga semakin efisien.

Tidak hanya itu sih, karena pelumasan yang sempurna, setidaknya jangka pemakaian mesin itu sendiri akan semakin lama, bukan begitu bro…? 😀 Ok…segitu saja penjelasannya, kira kira ada yang mau nambahi penjelasan kang Majid ini…? Monggo langsung curcol di kolom komentar za 😀 – cicakkreatip.com

Artikel terkait :

[display-posts offset=”7″]

 

8 KOMENTAR

  1. Ada juga tambahannya om, soalnya pabrik mobil amerika pernah bikin kayak gitu juga bisa menurunkan nilai knocking pd mesin jadi bisa menggunakan bensin oktan rendah meski kompresi cukup tinggi (dlm batasan tertentu) CMIIW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here