yamaha jatim cicakkreatip

sejarah-teknologi-fuel-injeksi-kapan-sih-injeksi-di-terapkan-di-motor

Sekarang ini (2014) pabrikan roda dua yang ada di tanah air marak produk motor injeksi, selain menjadi salah satu tuntutan kemajuan teknologi, pabrikan juga harus bisa membuat motor yang ramah lingkungan, dimana hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai standar emisi gas buang kendaraan bermotor yang harus ditekan (ramah lingkungan). Dari alasan tersebut ngak heran jika sekarang pabrikan R2 khususnya di tanah air telah menanamkan teknologi injeksi pada kendaraan bermotor rakitannya, tentunya dengan keunggulan masing masing baik dilihat dari kecanggihan teknologinya maupun kesiapan after salesnya.

Membahas injeksi, kira kira tau ngak sih siapa penemu teknologi ini? Siapa yang mengembangkan? Yup pastinya ada suatu nama dibalik teknologi yang banyak di aplikasi pada kendaraan bermotor ini, dimana sosok nama tersebut adalah Robert Bosch. Ya… Robert Bosch merupakan awal dimulainya penemu teknologi fuel injenjection (injeksi) yang sekarang ini kita nikmati di kendaraan R2 kita.

moladin

Gbr. Robert Bosch

Kurang lebih pada tahun 1922-1927 Robert Bosch telah menemukan sistem injeksi, dimana lahirnya sitem injeksi ini di awali Robert ketika dirinya berhasil merancang pompa injeksi untuk di terapkan pada mesin diesel putaran tinggi. Dari beberapa literatur yang ada, telah dicatat bahwa teknologi fuel injeksi pertama telah berhasil di ciptakan kurang lebih pada tahun 1939, tetapi kala itu injeksi belum diterapkan di kendaraan bermotor, melainkan pertamakali berhasil di realisasikan pada pesawat terbang bernama Messerschmitt BF-109 (Gbr. dibawah).

sejarah-teknologi-fuel-injeksi-kapan-sih-injeksi-di-terapkan-di-motor

Gbr. Messerschmitt BF-109

Seiring dengan suksesnya sistem injeksi di pesawat, barulah teknologi injeksi mulai dikembangkan pada mobil mobil mewah, sepertihalnya produksi mobil buatan Jerman yakni Mercedes Benz 300SL 2T tahun 1957, Mersedes Benz 200 SE tahun 1958, dan ada juga mobil legendaris VW yang juga menerapkan sistem injeksi di era 67 an (1967).

Jika melihat transfer teknologi injeksi, pertama dimulai dari pesawat, dari pesawat lanjut ke mobil, dari mobil lanjut ke kendaraan bermotor roda dua. Di Indonesia produk R2 rakitan jepang telah mendominasi, sebut saja ada Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki dan kawan kawan nya. Pabrikan. Jepang sendiri menerapan teknologi injeksi ini dilakukan hampir serentak, yanki kisaran tahun 1982-an. Di kala itu penerapan teknologi injeksi di kendaraan R2 masih tergolong minim, dimana penerapan teknologi tersebut aplikasinya cuma di motor berkapasitas besar saja (moge), sepertihalnya kalau di pabrikan garputala (Yamaha) menerapkan injeksi pertama kalai pada Yamaha XJ750D, pabrikan sayap tunggal (Honda) menerapkannya pada Honda CX500 turbo.

Gbr. Yamaha XJ750D

Gbr. Honda CX500 turbo

Penerapan di moge bukan tanpa alasan, saat itu tekologi masih belum berkembang seperti sekarang ini. Penerapan komponen elektronik saat itu masih mempunyai dimensi yang besar, sepertihalnya kalau kita banyangkan melihat komputer jaman dulu yang ukurannya bisa se kampung. Sama seperti itu, komponen saat itu membutuhkan size ruang yang besar dan cocoknya diterapkan di moge. Dan perlu diingat, karena produksi saat itu cuma sedikit, makanya nilai biaya produksi juga sangat besar.

Beebeda dengan sekarang ini, teknologi makin maju, aplikasi komponen makin bisa diterima untuk motor kecil (makin ringkes). Maknya penerapan sistem injeksi ngak harus ada di motor besar, dan karena permintaan yang kian hari kian banyak, makanya produksi bisa digenjit, tentunya, produksi banyak membuat biaya produksipun bisa ditekan.

Bagaimana, sudah jelas bukan penjabaran sejarah penerapan teknologi injeksi, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan mohon maaf jika artikel ini terdapat kesalahan dalam penulisan kata atau ejaan yang ngak sesuai dengan EYD yang ada. Silahkan like, coment dan share artikel ini jika memang bermanfaat. Satu lagi, subscribe (ikuti) terus ya setiap artikel cicakkreatip dengan mendaftarkan email Anda di kolom subscribe yang ada di sebelah kanan, atau kalau melihat dari Hp kolom ada di bawah. (cicakkreatip)

Referensi:

 

32 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here