Pakai BBM Jenis Pertamax plus, Kondisi Ruang Bakarnya Ternyata Kayak Begini…!!

yamaha jatim yamaha jatim

Image

Bro dan sis… lanjutan dari artikel kangbro sebelumnya (klik disini) dimana sebelum artikel ini di posting…kemarin kangbro sempat nulis mengenai pemakaian BBM jenis premium, dalam penerapan BBM premium tersebut motor dibuat jalan sekitar 100Km, setelah itu dilahat kondisi ruang bakarnya dan waw..rungbakar terdapat jelaga hitam… Nah kira kira kalau pakai BB jenis Pertamax yang pakai Plus (pertamax plus)… kira kira sama ngak yo kondisi ruang bakarnya…? Hem Monggo dilihat, ini hasil mencoba kangbro.

Sebelumnya sama seperti perlakuan yang kangbro berikan pada BBM jenis premium sebelumnya, dimana untuk kendaraan penguji yang dipakai adalah berjenis automatic dengan memakai sistem pengatur BBM jenis Injeksi, dengan kapasitas mesin 115cc yang memiliki perbandingan kompresi 9,3 : 1.

instagram cicakkreatip.com moladin

Tahap pertama… Sebelum memulai tes, kangbro memastikan akan kondisi ruang bakar…sekalilagi kangbro bersihkan samapai dengan kondisi  benar benar bersih jika didapati kotoran/kerak yang nempel, setelah itu pengecekan BBM yang ada di fuel tank juga kangbro periksa, dimana semula BBM jenis premium yang ada di dalamnya, sekarang kangbro kuras habis lalu menggantinya dengan BBM jenis Pertamax Plus.

Sekali lagi dalam acara cicip memcicip BBM  ini, kangbro memakai kendaraan yang benar benar standart pabrikan, tanpa ada unsur otak atik terhadap komponen motor  yang imbasnya menjurus pada modifikasi. Kondisi BBM udah ok, kondisi Ruang bakar sudah bersih, kondisi sparepart yang telah dibongkar sudah dikembalikan ke posisi semula, nah sekarang barulah tahap ujicoba kangbro mulai di jalan raya.

Sama seperti pengujian sebelumnya, kangbro memakai jarak tempuh yang ditunjukkan di speedometer sebagai patokan, dimana setelah ± 100km motor berjalan kaki, kangbro lakukan pembongkaran pada ruang bakarnya. Pengujian yang kangbro lakukan ini ngak ada tuntutan waktu, dimana  kalau orang jawa bilang sak tutuk tutuke…!! (se sampai sampainya)…hem soalnya dalam mencapai kilometer  yang kangbro inginkan, motor hanya dibuat pulang pergi ngantor saja.

Image

Selama dua hari motor dibuat melindas aspal, 98km ternyata sudah dilampaui oleh si motor, dengan demikian kesempatan untuk menjenguk ruang bakar telah tiba, penasaran kangbro…!!! gimana yo hasilnya setelah minum pertamax plus…? apa tambah bersih, atau tambah gosong…? iew  jangan dipikirin dalam dalam bro… malah bikin timbul jerawat dalam waja sampenyan hehehe 😀 . Akibat dari rasa penasaran… yaweslah kilometer belum sampai 100, tetapi masih 98km, kangbro lakukan pembongkaran, lah kok ngak nunggu 100km saja bro…? berhubung udah penasaran, daripada timbul jerawat, hajar bleh…xixixixi 😀

Image

Tahap awal pembongkaran kangbro sedikit dikejutkan akan warna intake manifold yang terlihat berwarnah merah, ew… setelah minum pertamax plus warnanya menjadi agak kemerah merahan bro…apa ini pengaruh dari bahan pewarna pertamax plus yang meninggalkan jejak di dinding intake manifold…berr….kalau BBM jenis premium kemarin ngak membekas tu di manifold… mungkin apa gara gara warna peremium yang cenderung jernih kayak exstrajos itu ya…? hehehe bisa jadi – bisa jadi… 😀

Image

Setelah membongkar tetek bengeknya, akhirnya ruang bakar bisa di intip juga…tereng tereng… hasilnya seperti gambar yang sampeyan lihat di atas saat ini, terlihat hasilnya sama sama nyerempet dikit dengan pemakaian BBM jenis premium kemarin (klik disini untuk melihat), kondisinya tetap bro…tetap didapati jelaga, tetapi warnyanya bukan hitam pekat, melainkan warna merah. Sempat kaget juga sih…kata orang orang..kalau pakai pertamax plus ruang bakar menjadi bersih…!! lah ini kok menyimpang yo dari pernyataan tersebut…hemmmm sempat kecewa juga sih, tetapi setelah dipikir pikir dengan mengaitkan teorinya, bahwa pemakaian bahan bakar yang sesuai itu dipengaruhi juga oleh perbandingan kompresi yang ada (kompresi rasio – CR).

Image

Mungkin kejadian seperti ruang bakar diatas masuk akal juga bro…lah wong saat ini kangbro memakai motor dengan perbandingan kompresi 9,3 : 1 , dimana std dalam pemakaian BBM jenis pertamax  kurang lebihnya adalah 10:1-11:1, hem… Ok sudah gamblang hasilnya, sekarang kita ambil kesimpulan dari penjelasan di atas. Dari hasil ujicoba kangbro kali ini bisa disimpulkan bahwa kerak/jelaga yang ada di ruang baka motor kangbro tersebut lebih tepatnya  terjadi karena pemakaian dari jenis BBM yang kurang tepat, alias menyimpang dari  kompresi rasio yang ada. Hemm… tok tik tok tik…jadi tambah penasaran, jika dikasih pada motor yang perbandingan kompresinya tepat…gimana yo kondisinya…? ber tambah lagi target ujicobanya…hadeh… ketawa dulu ah…….hehehe…hehehe…hehehe 😀 .

Ya…setidaknya itulah hasil dalam ujicoba yang kangbro lakukan kali ini, emangsih kangbro ujicobanya ngak pakai alat alat yang juosss…seperti para profesor, lah wong kangbro bukan profesor jeee… Yawes….dilakukan sesuai cara anak alay saja (alami nyobaknya),  jadi jika ada kurangnya dalam ujicoba kali ini, mohon di maklumi bro yo…oce bosss…!!!

Oh iya sampai kelupaan, jika ada yang punya cita-cita nyumbangin pendapat pada artikel kangbro kali ini, monggo unek uneknya diutarakan di kolom komentar dibawah kasur….  😀

Next artikel, ujicoba pada jenis BBM Shell Super….ditunggu…!!!

Salam cicak kretaip.com…

71 Komentar

  1. om, coba yang oplosan dong om, premium dicampur pertamax plus, dengan perbandingan 3:2 (3 pertamax plus,2 permium). kan tuh banyak yg pada seneng nyampur2 katanya biar dapet nilai oktan yang pas, kalau dari perbandingan diatas dapet nilai oktan 92.2

  2. coba yg pertamax dlu aja kang bro..biar bbm dr pertamina ke icip smua.mtrq jg sm kyk pny kang bro,biasa pke premium & tiap bln dicekokin carbon cleaner.btw,enak ya bs bongkar mtr dw?jd gk prlu ke bngkel.

  3. wah bisa kemerah-merahan ya 🙁
    motorku juga gitu
    kalau diminumin full Pertamax atau Pertamax Plus malah gak bisa lari
    paling sip campuran premium dan pertamax hehehe

    mungkin (mungkin lho ya)
    kompresi 9.3:1 masih cocok untuk minum premium

  4. Bukan.nya kalau bbm pertamax plus tp ruang bakar hitam
    Itu setau saya ada oli yg masugk ke ruang bakar
    Secara tidak kita ketahui 😀

  5. Kalau pakai mesin yang kompresinya 11.0:0 kira2 hasilnya seperti itu juga ga ya, soalnya motor ane kompresinya segitu dan sampai sekarang pakai pertamax plus, kalau hasilnya sama aja, siap2 beralih ke shell nih, tapi sayangnya ga semua tempat ada, hanya ada di kota besar aja

  6. kok sampek gitu ? smash titan saya pakai pertamax nggak sampai pekat gitu cuman berwarna merah aja kyk cuman di basahi pertamax, jadi nggak sampai begitu, bahkan muka piston saya bersih berwarna merah sedikit sperti cuman di basahi pertamax plus yg belum masuk ke mesin,, jadi cuman sperti di basahi sama warna merah pertamaxplus,

  7. kompresi ruang bakarmu kurang gede mas bro makane pertamax plus e orak kobong kabeh pertamax wae wis cukup motor kompresi 9-10 pas e pertamax wae.

  8. klo dari pengalaman saya pke motor injeksi 150cc dari awal punya ampe skrg biasa pke pertamax plus,terlepas dari hasil akhir ruang bakar, saya lebih mengambil sisi positif ato keuntungan lainnya.
    1. tenaga motor pancen oye (ga ketinggalan jauh klo ngikutin yg 200cc)
    2. suara mesin lebih halus (ga berisik ato kasar kyak org lg bikin bangunan)
    3. klo perawatan sih yg rutin cuma ganti oli dan cek air radiator
    4. klo ada yg bilang mesin cepet panas karena pke pertamax plus, ya wajar aja, namanya jg mesin nyala dipke keliling, klo ga mau panas ya dibungkus plastik trus simpen di gudang
    5. silahkan perbandingan keadaan injektor untuk mesin injeksi yg pke premium dgn pertamax plus

  9. Premium di dlm tangki yg dikuras habis sblm diisi pertamax plus apa benar2 bersih? Apa gak sebaiknya semuanya ganti baru kalau mau nguji… terutama tangki… diganti dengan yg blm pernah dipake… biasanya awalnya pake premium trus pake pertamax plus, kotoran2 yg melekat didalam tangki akan terkikis dan ini akan ikutan terbakar di ruang pembakaran… mgkn ini yg membuat tetap terlihat kotor…

  10. Itulah alasan para rider ninja pilih Bbm selain pertamini “ehh” pertamina, coz meskipun namanya Pertamax Plus hasilnya gak ++

    Beda halnya sama Shell and Petronas, (Total blm lahir saat itu) ketika mereka jual Bbm ber-oktan 95 kualitasnya pun dijaga.

    sewaktu ane kerja di Petronas Jababeka (sblm bangkrut) 😀 th 2009 sering ngobrol2 sama Rider Ninja, soal kualitas Bbm oktan 92 / 95 antara Petronas VS Pertamina, walhasil mereka bilang: “Oktan sama tapi kualitas beda, terasa disaat tarikannya yg lbh mantep”

    And ane pun gak mau kalah saing sma rider ninja, Vespa PX yg jadi pendampingku tiap balik ke Bogor selalu bawa bekal Primax 95 😀 sekaligus buat ngecengin motor Modern tapi Bbmnya kuno 😀 hahahaha..

    Tapi Petronas kino sdh tiada 🙁 stlh dikerjain pak BY 😀

  11. It’s the best time to make a few plans for the long run and
    it’s time to be happy. I have read this submit and if I
    could I wish to counsel you some attention-grabbing things or suggestions.
    Maybe you can write next articles regarding this article.
    I desire to learn even more card readers!

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Pakai BBM Jenis Shell V-Power…Ni Aktual Kondisi Ruang Bakarnya…!!! |
  2. Kata siapa pakai pertamax plus bisa membersihkan mesin? Pakai carbon cleaner pun nggak menjamin bisa bersih total bro | Mengupas berita soal rider dan motor
  3. Terry Simpson MD
  4. Pertamax Naik untuk Wilayah Pemasaran Pertamina Regional 3…! Berikut SPBU yang masuk regional 3… | cicakkreatip.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*