Cara Menghitung Perbandingan Compresi & Penjelasan Mengenai Angka Oktan BBM ( Sumebr Daya Energi – 6 )

yamaha jatim yamaha jatim

Model Cantik Rini Lovelyluna + Foto 1

Bro dan sis semua… Akhirnya jumpa lagi dalam Edukasi yang kangbro lakukan ini, hemmm tepatnya dipertemuan yang ke 6 ini, materi yang kita bahas masih sama seperti hari-hari kemarin yakni mengenai basic dasar yang harus kita ketahui sebelum pembahasan mengenai jeroan-jeroan daripada mesin (khusunya motor bakar 2tak & 4 tak).

Terusan artikel kangbro kemarin mengenai cara menghitung cc atau kapasitas mesin (klik untuk melihat artikel), nah jika dilihat penghitungan cc suatu mesin itu hanya mencangkup perkalian dan pembagian dari diameter silinder dan panjang langkah piston. Berarti penghitungan cc tidak termasuk penghitungan kapasitas mesin secara total yang mencangkup ruang bakar. Lah berarti ruang bakar ada sendiri volumenya..? betul ada sendiri, biasanya kalau kita hitung pakai rumus matematika juga bisa, tetapi lebih gampangnya biasanya dipakailah sebuah cairan untuk mengetahui kapasitas  dari ruang bakar.

instagram cicakkreatip.com moladin

Oww gitu toh..? terus kalau menghitung kapasitas total suatu mesin gimana ya..? Nah kalau itumah malah gampang…tinggal kita jumlah saja hasil penghitungan cc yang didapat dari perhitungan diameter silinder dengan langkah piston (klik disini untuk melihat cara menghitung) ditambahkan kapasitas ruang bakar. Ni rumusnya :

Rumus :

Vt = V+v = Kapasitas Total”

Ket :

V (besar) = Volume silinder

v (kecil) = Volume ruang bakar

Gampang toh rumusnya, ngak pakai ribet, cumah tambah tambahan, pasti semua dijamin bisa..!!! monggo dipraktekkan. NB : sebelum mencari kapasitas total, harus diketahui kapasitas mesin terlebi dahulu “cc” dan juga harus diketahui kapasitas dari ruang bakar .

Ok kalau sudah bisa..monggo kita lanjut pada pembahan selanjutnya…yakni cara menghitung perbandingan kompresi suatu engine/mesin.

makan

Brosis layaknya manusia, pakai cocok cocokan jika makan sesuatu, jika ngak cocok tetapi dipaksa, bisa bisa apa yang sudah dimakan bisa kembali keluar lagi (muntah), atau tubuhnya bakalan lemes…seperti halnya yang kita bahas ini. Mesin biar bisa menghasiklan tenaga, sarapannya cuma satu, yakni bahan bakar, wez titekkk..(ngak adatoh mesin sarapannya jengkol, tempe bacem, bakso..dll. dijamin kalau ada motor seperti itu pasti motor kucluk heheheh). Pizzzzz guyonan bro 😀

Ok lanjut lagi, sekali lagi manusia kalau ngak cocok makanannya bisa muntah, atau kalau ngak muntah yo pasti ada kerusakan pada tubuhnya. Hal semacam ini juga bisa terjadi pada suatu mesin yang dalam penggunaan bahan bakarnya tidak sesuai dengan karakter mesin yang dianutnya. Biasanya pemilihan bahan bakar dapat dipengarui oleh perbandingan kompresi yang dianut oleh mesin tersebut. Jadi kenapa kok motor balap motor harian atau motor yang berlaga di ajang MotoGP kok bahan bakarnya berbeda, ya itu salah satunya juga dilihat dari perbandingan kompresi yang dimiliki oleh setiap mesin tersebut berbeda-beda. ( karakter pembakarannya juga berbeda)

Nah sebelum membahas lebih lanjut, ni kangbro kasih rumus cara menghitung perbandingan kompresi. “mumet ngak sirahnya gara gara kebanyakan rumus heheheh 😀 “

Rumus :

CR =   “Kapasitas total (V+v)”

            Volume ruang bakar (v)

Ex =  9.5 : 1

Ok mudah mudahan anda semua diberkahi kemudahan dalam pembelajaran kali ini, aminnnnnnnnnnn 😀

Ok..setelah tau cara menghitung perbandingan kompresi, nah kali ini mari kita bahas apasih imbas dari pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai…? Dalam hal ini maksudnya pemakaian bahan bakar yang tidak sesuai dengan perbandingan kompresi yang ada pada mesin tersebut. Mari kita bahas lebih lanjut..

Brosis sebelumnya ada pasti merasakan, jika tidak merasakan ya monggo dirasakan dengan mencoba sendiri..hehehe 😀 Pasti anda sudah merasakan jika motor anda dikasih bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan, dimana efeknya sudah pasti akan terasa pada kondisi oprasional engine tersebut. Entah motornya sulit dihidupin lah, atau motor cepat sekali panas lah, atau boroslah mesinnya, atau tarikannya kurang enaklah…pokoknya serba lah-lah deh… heheh 😀

Semua itu wajar jika kita alami pada motor kita, soalnya setiap motor, dalam pemakain jenis bahan bakarnya, pastinya sudah didesain oleh pabrikan pembuatnya. Dimana jika kita rubah atau kita oplos heheh 😀 pasti keluarlah kata kata lah-lah seperti pernyataan diatas tadi heheh 😀

Ok..Ok.. Kembali pada inti pembahasan, jangan lah-lah tok, malahan ngak mudeng entar apa yang kangbro jelasin hari ini hihih 😀 . Bro sebenarnya banyak sekali kaulamuda, bukan kaula muda saja sih…tapi terjadi pada kebanyakan pengguna kendaraan bermotor yang suka akan experiment. Lah emang profesor..? heheh bukan profesor bro, tapi newbie heheh 😀 , semua ini hampir kita jumpai disetiap kalangan masyarakat, dimana banyak sekali yang menggunakan bahan bakar jenis lain atau penggunaan bahan bakar yang menyimpang pada kendaraannya. Contohnya biasana standart dari pabrikan pakai premium, ealah malahan dikasih pertamax, pertamax plus heheh 😀 , standart pabrik memakai pertamax ealah, malah dikasih premium. Pokoknya bolak balik dah macemnya, tergantung akan selera kantong kita juga sih. Kalu pas gajian…ok ganti pertamax, kalau pas bulan-bualan tua…gantidah dengan premium, kalau mentok tok- tok gantidah dengan bensin campur…campur di tuntun pakai kai, (lah wong bensinnya habis heheh) kalau ngak gitu yo mintak dorong temennya hehe. Hussssss…

Lanjut yo pada topic pembahasan…kok dari tadi guyonan melulu heheh… hal semacam ini kadang perlu bro, lah wong sebelumnya sarapane rumus rumusan, gimana ngak ngelu kalau digempur dengan rumus terus…bisa bisa puyeng dah kepala hehehe.

Bro sebenarnya ada beberapa gejala gejala yang akan ditimbulkan jikalau dalam pemakaian bahan bakar yang kita berikan pada motor kesayangan kita salah. Nah seperti apa itu gejalanya…? monggo kita ulas disini… eits sebelumnya lihat dulu mabak yang cantik di bawah ini… hehehe semahat bro….. 😀

bbm

Brosis seperti yang kangbro ulas pada penjelasan dia tas tadi, bahawa setiap kendaraan bermotor pastinya memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda beda, supaya apa..? yo pastinya supanaya kinerja daripada mesin dapat bekerja dengan optimal. Untuk masalah bahan bakar pastinya memiliki beberapa jenis, dan jenis jenis tersebut tentunya diwakili dengan nilai oktan (RON) yang berbeda beda. Contohnya Premium ber oktan 88, Pertamax ber oktan 93 dan Pertamax Plus bernilai 95 dan seterusnya.

Nah angkanya berbeda beda…kira kira imbasnya apa ya kalau dilihat secara pembakaran bahan bakar tersebut. Jadi pada intinya begini mazbro…kalau boleh saya jabar secara singkat. Kalau bahan bakar yang memiliki angka oktan semakin besar, yang pastinya harganya lebih mahal toh…hehehe 😀 lihat saja pertamax, prtamax plus, kalau dibandingkan dengan premium, mahalan mana..? wkwkw guyonan dulu 😀

Ok kita serius bro sekarang. Jadi begini mazbro… pada intinya bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi, umumnya bahan bakar tersebut memiliki titik nyala apai yang lambat (sulit terbakar), dibandingkan dengan bahan bakar besnsin yang ber oktan rendah (lebih mudah terbakar). Biasanya bahan bakar tipe oktan tinggi ini diberikan pada tipe kendaraan yang memiliki perbandingan kompresi  (CR) yang cukup besar, soalnya apa..? jika kompresi besar pastinya penekanan udara dan bahan bakar didalam ruang bakar, pastinya sangat tinggi, kompresi yang tinggi lebih memperbudah bahan bakar untuk terbakar. Nah jika dikasih bahan bakar yang beroktan rendah, takutnya bahan bakar akan terbakar sebelum busi mercik. Kalu terjadi seperti itu  maka terjadilah pembakaran dini dimana bahan bakar terbakar duluan sebelum ada api dari busi, imbasnya apa jika terjadi pembakaran dini..? taklain lagi bisa jadi lama kelamaan piston akan berlubang dengan istilah awal yang terjadi pada mesin adalah mesin ngelitik.

Gambar

Ok jadi ulasan diatas adalah, semakin besar perbandingan kompresi suatu engine (CR) maka mesin tersebut memerlukan bahan bakar yang sulit terbakar (Oktan Tinggi), jika semakin kecil perbandingan kompresinya (CR) maka keblikannya, mesin membutuhkan nilai oktan yang lebih kecil (Oktan Rendah).”

Terus satu lagi om yo…!! Kenapa kalau kita pakai bahan bakar yang memiliki angka oktan yang tinggi kok mesin kita jadi bersih yo…? Contohnya kalau saya pakai pertamax, dilihat di intake manifold saja bersih…ngak ada jelaganaya, kok bisa yo..?

Hemm… jadi begini bro, bahan bakar seperti pertamax, pertamax plus biasanya bahan bakar tersebut dilengkapi dengan zat aditif yang sifatnya sebagai pembersih, jadi wajar kalau  kita bongkar  bagian dalam mesin kita yang dilewati bahan bakar, pasti bersih, hampir tanpa jelaga/arang.

Nah bro.. kesel kayaknya kalau ngacor terus yo…hehehe 😀 , yaudah lah kalau begitu, udah dulu yo perjumpaan kita hali ini, semoga bisa bermanfaat yo materi kangboro kali ini…

Bagi yang kurang jelas monggo ditanyakan, atau bagi suhu-suhu enginers lainnya yang merasa penjelasan ini kurang, mohon ditambai sendiri, anggap saja rumah sendiri..heheh 😀

baca pembahasan selanjutnya.. I baca pembahsan sebelumnya..

cicak kreatip.com I By: Abd.Majid

Anak bangsa yang peduli akan kecerdasan bangsa.

55 Komentar

  1. wew ane baru nyadar gan, kalau bensin beroktan tinggi memiliki titik nyala api yang lambat daripada bensin beroktan rendah, selama ini pemikiran ane malah kebalikanya
    .

  2. nah nah. ..nah nah.yg sy rada bngung.pnya motor yg wjib pke pertamax.tp krna isuny jd msin cpet panas trz tkt jebol,ujung2nya pke pRemiun.nh isu kya gto bner ato ga sh?mhoN pncerahanya kang broO….

  3. Mas Bro, apakah motor setelah pemakaian sekian lama..misalnya setelah dipakai selama 5-10 tahun…apakah terjadi penurunan kompresi…?

    • bisa juga hal itu terjadi bro..so biasanya semaki tua usia motor juga diikuti dengan ausnya komponen komponen yang bergerak, sepertihalnya piston dengan diding cylinder.. chamshaft dll. Tetapi ada juga motor semakin tua kompresinya malah naik, soalnya dipengarui oleh menumpuknya kerak, berupa karbon yang mengendap di ruang bakar, hal tersebut menyebabkan volume ruang bakar semakin menyempit, nah jika seperti iti bisa juga membuat tekanan kompresi semakin besar..

      mudah mudahan bisa menjawab pertanyaan yang sampeyan tanyakan..kurang lebihnya mohon dimaafkan 😀

      maturnuwon.. 😀

  4. Mass motor sayaa kompresinya 9,2:1 nah kalau di kasi shell V-power boleh apa kagak? . Mohon di jawab Terima kasih hehehehe 😀

  5. Mass motor saya Honda beat yang versi ke 2 yang namanya Honda beat PGM FI. nah itu kata temen saya mtr itu bagusan pake pertamax dr pada V-Power alasanya kompresi mtr Pertamax itu 9.2 sedangkan kompresi V-power itu 9.3. Emg bener yah mass? Dan Jadinya saya harus pilih apa nih? Bingung jadinya •_•

4 Trackbacks / Pingbacks

  1. Sumber Daya Energi – 5, Cara Menghitung kapasitas Mesin ( CC ) | cicak kreatip
  2. Cara Menghitung kecepatan Rata-Rata Piston (sumberdaya energi – 7) | cicak kreatip
  3. BBM : 3 hal yang membedakan antara BBM jenis Premium, Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamax Racing…. |
  4. Yamaha R25 cocoknya Pakai BBM apa Ya…? Kalu melihat Kompresi rasionya Kudunya Pakai Pertamax Racing Nih :D | CICAKKREATIP.COM

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*