Oli bisa kadaluarsa ngak yo…!? Monggo disimak mazbro…

yamaha jatim yamaha jatim

Gambar

Bro dan sis semua…mungik yang namanya oli adalah suatu cairan yang akrap kita kenal sebagai pelumas motor atau kendaraan kesanyangan kita, dengan penggantian Oli secara teratur maka performa motor kita akan selalu tetap terjaga. Banyak sekali oli yang ditawarkan di pasaran, dengan berbagai macam merk yang tentunya menunjukkan keunggulan keunggulan yang dimilikinya.

Nah bicara mengenai oli… mengingat fungsi oli pada kendaraan sangatlah penting, kira-kira yangnamanya oli memiliki kadaluarsa tidak yo…? Soalnya kalau dilihat dari kemasannya ngak ada tulisan kadaluarsanya seperti  pada makanan tu… Emm pertanyaan yang bagus untuk kali ini… Jadi begini mazbro semua…menurut yang kangbro tau yang namanya pelumas atu oli itu umumnya terdiri dari beberapa komposit…diantaranya ada base oil dan aditif. Nah kedua duanya itulah yang menentukan kwalitas dari sebuah oli.

instagram cicakkreatip.com moladin

Selain base oil yang digunakan untuk kualitas pelumas juga ditentukan oleh zat aditif  yang dicampurkan, dan juga perlu diketahui bahwa yangnamanya base oli dan aditif dapat tercampur atau homogen setelah melalui sebuah proses penyampuran yang disebut dengan blending.  Jadi pada intinya yang namanya oli itu ngak ada istilah kadaluwarsanya mazbro…

GambarMeskipun dikatakan ngak punya kadaluarsa…tetapi tetap saja maz bro…kan oli buatan manusia, wong buatan tuhan saja bisa rusak…apalagi buatan manusia…. Kecil…. ( bener ngak bro…) jadi pada intinya oli bisa rusak dong maz majid…? kalau betul begitu kok bisa yo mas…? Gimana ceritanya tu…!!! Jadi begini loh maz bro semua yang  joz – jos… emang oli ngak ada kadaluarsanya, tetapi oli bisa rusak, alais kandungan atau unsur zat yang ada pada kandumgam oli tersebut sudah kacau balau, alias kandungan yang terdapat pada oli sudah tidak sesuai  dengan standard pelumasan ( SAE – API SERVICE ).

Terus factor apa saja yang membuat oli rusak maz…? Nah kalu itu jawabannya banyak, contohnya oli tercampur dengan air, penyimpanan oli pada suhu yang extrim, dan lain sebagainya. Kalau ada kandunag air yang masuk…maka zat aditif akan bereaksi  dengan air, nah hal tersebut bisa kemungkinan menyebabkan akan terbentuk lumpur yang tentunya dapat menyebabkan kualitas dari oli akan menurun ( kadar air maksimum yang diizinkan adalah 0.2 persen dari volume ) Nah kalau itu sih masuk akal bro…tapi kalau oli masi dalam kemasan masak bisa rusak…wong kemasannya saja sangt rapat dan susah untuk di buka…!!!

Untuk hal seperti itu emang betul maz bro, oli dalam kemasan ngak bakalan rusak soalnya kemasannya sangat bagus…kecuali kalau kemasannya bocor, sehingga oli akan terkontaminasi , soalnya udara telah masuk kedalam ruangan kemasan atau botol oli. Imbasnya apa…? Udara yang masuk telah mengandung uap air, dan pada jumlah tertentu uap air akan berubah menjadi air murni, sehingga air secara otomatis akan mengganggu kehomogenan daripada cairan oli tersebut.

Teruz kalau pelumasan masih dianggap baik gimana tu mazbro…? Kita kan sebagi konsumen pengguna oli ngak mau kalau beli oli yang sudah rusak…! Sekali lagi jos gandos pertanyaannya maz bro..jempol  buat kamu…( kakean tkok...hehehe ) jadi untuk oli dikatakan masih dianggap aman kita pakai kita bisa melihat dengan ciciri-ciri yang paling mudah dulu…yakni melihat kemasan yang masih tertutup rapat ( segel masih bagus ), oli tersebut disimpan dengan benar… yakni dengan penyimpanan pada suhu yang ideal dalam artian terlidungi dari debu,cahaya, bebas dari suhu yang extrim, dan kontaminasi lainnya.

Hemmmm…. kesel juga yo njelasken dari tadi..hehehe, yauda deh…sedikit saja penjelasan kangbro mengenai sistem pelumasan…kalu banyak-banyak bisa puyeng bacanya heheheh 😀 yaudah bro dan sis semua…mudah mudahan artikel kangbro kali ini bisa mnambah pengetahuan ente semua yo…jika ada yang kurang dalam artikel ini, monggo di oplos ( ditambahi sendiri bro… ). anggap saja rumah sendiri…wkwkwkwk 😀

Kangbro pamit undur diri yo… maturnuwon (salam cicak kreatip.com… )

Gambar

42 Komentar

  1. Ane biasa nampung oli sisa dari tiap periode pengisian,soalnya oli yg ane pake kemasannya cm ada ukuran 1L sedang blade ane cm butuh 0.8L moga aja oli yg ane simpen gak rusak.

  2. yg nggak kalah penting kang Bro, olie nya juga harus asli. Pernah beli enduro racing di toko, pas di tetes terakhir ada serpihan hitam nah begitu di intip di dalam kemasan banyak serpihan kerak hitam. Akhirnya sekarang kalo beli di spbu lebih terjamin walau lebih mahal selisih Rp 5000. Sorry kalo curcol kang Bro… Hehe…

  3. kl di CATERPILLAR selama blm masuk ke engine tidak ada kedaluarsanya mas bro kalau nyinpennya bener,tapi kalau sudah masuk ke engine dipakai gk di pakai 3 bulan harus ganti karena sudah tercampur oil kotor….!kl di motor blm tau jg jerrrrrr

  4. Salam min..jika mobil tidak pernah dipakai (dipakainya 2 minggu sampai 1 bulan sekali) sudah setahun jarak tempuhnya 2000km. Pakai oli castrol magnatec sae10-40. Sebaiknya berapa bulan sekali ganti olinya? Terimakasih penjelasanya.

    • kalau ganti oli umumnya melihat kilometer bro..jadi sesuai km saja, namun untuk menghindari part dalam mesin mengalami kerusakan setidaknya minimal dipanasi saja (dinyalakan 2 – 3 menitan) untuk menghindari part korusi dan juga supaya battery enggak drop 😀 thanks pertanyaannya bro Zaenal 😀

  5. Ada pertanyaan jos ni mas.. Kalo Sisa oli mobil ataw motor yg sengaja disimpen utk penggunaan ganti oli berikutnya bgmn yo?
    Krn ada yg bilang boleh asal penyimpanan baik dan suhu harus terjaga..
    Tp ada jg yg bilang g boleh krn sisa oli td ditakutkan tercampur air yg masuk ke botol yg berasal dr udara (pengembunan??) setelah segel botol dibuka pertama.. (ini alasannya lebai g ya?)
    Bgmn ya?? Padahal lumayan kan misalnya sisa setengah liter utk nyimpen buat ganti oli selanjutnya….apalagi oli full synthetic yg muahale…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*